Timnas U22 Indonesia Tunda Kickoff SEA Games dan Siap Turun dengan Skuad Paling Internasional

Timnas U22 Indonesia Tunda Kickoff SEA Games dan Siap Turun dengan Skuad Paling Internasional
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Petualangan Timnas U22 Indonesia untuk mempertahankan medali emas SEA Games akhirnya punya tanggal pasti.

Setelah jadwal sempat berubah akibat Kamboja mengundurkan diri dan Singapura dipindah ke Grup A, Garuda Muda baru akan memulai langkah mereka pada pekan depan.

Indonesia yang berada di Grup C bersama Filipina dan Myanmar kini fokus penuh pada dua laga penentuan. Mereka akan menghadapi Filipina lebih dulu pada Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, kemudian ditantang Myanmar pada Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB. Seluruh pertandingan digelar di Stadion 700 Anniversary of Chiang Mai, arena yang akan menentukan apakah Indonesia layak mempertahankan tahta yang direbut di Kamboja dua tahun lalu.

Format turnamen kali ini cukup ketat. Hanya tiga juara grup plus satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke semifinal. Artinya, peluang Indonesia praktis bertumpu pada menyapu bersih laga Grup C tanpa memberi ruang bagi Filipina maupun Myanmar.

Pelatih Indra Sjafri telah menyiapkan 23 pemain setelah menjalani dua kali pemusatan latihan pada Oktober dan November, lengkap dengan empat laga uji coba melawan India U23 dan Mali U22. Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan pemain diaspora yang tampil di luar negeri: Ivar Jenner (FC Utrecht), Dion Marxk (TOP Oss), Mauro Zijlstra (FC Volendam), dan Marselino Ferdinan (AS Trencin). Tiga nama pertama berkarier di Belanda, sementara Marselino menjadi satu-satunya yang merumput di Slovakia.

Nama Marselino jadi sorotan khusus karena ia satu-satunya pemain yang sudah punya pengalaman tampil di SEA Games. Dengan 37 caps timnas senior, Marselino pernah tampil pada edisi 2021 di Vietnam dan 2023 di Kamboja, menjadikannya pemain paling matang di skuad ini.

Indra menjelaskan bahwa pemilihan skuad dilakukan melalui evaluasi menyeluruh dari performa para pemain selama TC hingga penampilan mereka bersama klub. Ia menyebut seleksi dilakukan ketat bersama staf pelatih dan tim performance sebelum memutuskan komposisi final.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE