Mario Aji Masih Berjuang di Sirkuit Mandalika, Terpuruk di Latihan Bebas Moto2 Indonesia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pembalap muda Indonesia, Mario Aji, belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di hadapan publik sendiri. Dalam sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (4/10), pembalap IDEMITSU Honda Team Asia itu menutup sesi di posisi ke-27 atau paling buncit.
Mario mencatat waktu 1 menit 34,182 detik dari total 19 lap yang ia jalani. Catatan ini masih jauh dari para pembalap papan atas, sekaligus memperlihatkan bahwa ia masih beradaptasi dengan motor dan kondisi lintasan Mandalika. Sebelumnya, di sesi latihan bebas pertama, Mario juga belum mampu menembus papan tengah setelah hanya berada di posisi ke-26.
Meski tampil di depan publik Indonesia, "Super Mario" tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Performa yang belum konsisten di dua sesi latihan awal membuatnya harus berjuang lebih keras di sesi kualifikasi. Mario dijadwalkan kembali turun di babak Kualifikasi Q1 pada Sabtu pukul 10.50 WITA.
Sementara itu, pembalap Liqui Moly, Manuel Gonzalez, menjadi yang tercepat di FP2 setelah mencatatkan waktu 1 menit 32,597 detik. Ia diikuti oleh pembalap Italtrans Racing Team, Diogo Moreira, dengan selisih tipis +0,362 detik. Posisi ketiga ditempati Daniel Holgado dari CFMoto Power Electronics Aspar Team dengan selisih waktu serupa.
Di posisi keempat dan kelima masing-masing ada Barry Baltus (Fantic Racing) serta Alex Escrig (KLINT Forward). Nama-nama besar seperti Jake Dixon, David Alonso, dan Aron Canet juga tampil stabil dengan catatan waktu kompetitif di sepuluh besar.
Mario Aji sendiri masih mencari setup terbaik untuk menghadapi kualifikasi dan balapan utama. Pembalap 20 tahun asal Madiun ini dikenal sebagai salah satu talenta muda yang diharapkan dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang Moto2. Namun, tantangan di level ini jauh lebih berat dibanding Moto3, terutama dalam hal tenaga motor dan kompetisi antar tim.
IDEMITSU Honda Team Asia pun berupaya memberi dukungan penuh agar Mario bisa tampil maksimal. Tim yang dikenal sebagai wadah pembinaan pembalap Asia ini terus membantu Mario memahami karakteristik motor Moto2 yang jauh lebih kompleks.
Dengan dukungan publik Mandalika, Mario diharapkan mampu memperbaiki catatan waktunya di sesi kualifikasi dan tampil lebih kompetitif di balapan utama. Para penggemar tentu berharap "Super Mario" bisa bangkit dan membuktikan potensinya di rumah sendiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!