Ternyata Ini Alasan Pidi Baiq Pilih Ariel NOAH Jadi Dilan Versi Dewasa!

Ternyata Ini Alasan Pidi Baiq Pilih Ariel NOAH Jadi Dilan Versi Dewasa!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pengumuman Ariel NOAH sebagai Dilan versi dewasa di film Dilan ITB 1997 sempat bikin publik kaget.

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa harus Ariel? Ternyata, keputusan ini bukan asal pilih, bahkan bisa dibilang cukup "personal" bagi sang kreator, Pidi Baiq.

Sejak awal, Pidi mengaku kalau nama Ariel terus muncul di kepalanya saat memikirkan sosok Dilan yang sudah dewasa. Ia bahkan sempat melihat banyak aktor lain, tapi ujung-ujungnya tetap kembali ke Ariel. Bagi Pidi, ada sesuatu yang sulit dijelaskan semacam feeling yang membuat Ariel terasa paling pas.

Menurutnya, Ariel punya "bau-bau Dilan". Bukan berarti sama persis, tapi ada aura dan karakter yang mirip. Hal inilah yang membuat Pidi merasa yakin dengan pilihannya, seperti dulu saat pertama kali memilih pemeran Dilan versi remaja.

Menariknya, kesamaan itu bukan cuma soal aura. Dari sisi gaya hidup pun ada banyak kemiripan. Ariel dikenal sebagai musisi, sementara Dilan dalam ceritanya juga punya band. Selain itu, Ariel juga disebut punya hobi melukis, sesuatu yang juga dimiliki oleh karakter Dilan. Bahkan kebiasaan naik motor pun jadi detail kecil yang memperkuat kecocokan tersebut.

Meski begitu, Pidi punya pesan penting untuk Ariel. Ia tidak ingin Ariel "berakting menjadi Dilan" secara berlebihan. Justru sebaliknya, ia ingin Ariel menjadi dirinya sendiri. Baginya, pendekatan yang natural akan membuat karakter Dilan versi dewasa terasa lebih hidup dan tidak dibuat-buat.

Di balik semua itu, keputusan ini juga bukan sesuatu yang instan. Pidi sempat mempertimbangkan banyak nama sebelum akhirnya benar-benar yakin. Namun, seperti yang ia bilang sendiri, setiap kali mencoba mencari alternatif, pikirannya selalu kembali ke satu nama: Ariel.

Akhirnya, pilihan ini terasa seperti kombinasi antara intuisi, kecocokan karakter, dan keyakinan pribadi. Bukan sekadar casting biasa, tapi lebih ke rasa "klik" yang sulit dijelaskan-dan justru itu yang membuat banyak orang semakin penasaran dengan hasil akhirnya nanti.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE