Tamparan Keras Bagi Anak Muda, Hindari Mi Instan Kalo Kamu Gak Mau Kena Penyakit Ini!

Tamparan Keras Bagi Anak Muda, Hindari Mi Instan Kalo Kamu Gak Mau Kena Penyakit Ini!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bagi sebagian orang, mi instan adalah makanan yang dipercaya berasal dari surga, khususnya anak kos.

Selain caranya praktis dan mudah, mi instan memiliki citra rasa yang membuat orang ketagihan dan ingin mencicipi terus. Namun, di balik rasa nikmatnya, mi instan ternyata menyimpan kandungan yang membuat kesehatan kamu bergejolak.

Dilansir dariKabarin, ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah bilang, kalo mi instan ini sebenarnya aman kok untuk dikonsumsi, asal tau batasannya aja.

Menurutnya, mi instan cuma bisa dijadiin sebagai makanan yang dikonsumsi sesekali aja, gak terlalu sering.

"Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja," kata Diah.

Terlebih lagi, masyarakat demen makanin mi instan ketika curah hujan sedang tinggi, karena dipercaya dapat meningkatkan rasa gurih serta menghangatkan tubuh. Selain itu, mi instan juga gampang buat didapetin, apalagi kalo bukan karena memiliki harga yang terjangkau. Makanya, mahasiswa suka banget buat makanin ginian, apalagi kalo akhir bulan.

Namun, fakta ini mungkin sulit diterima untuk kaum penyuka mi instan. Faktanya, mi instan memiliki kandungan natrium dan lemak yang cukup tinggi. Ini tentu menjadi perhatian khusus bagi kesehatan, terlebih jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, obesitas atau penyakit pembuluh darah.

Diah juga menjelaskan kalo mi instan kuah justriu biasanya mengandung natrium yang lebih tinggi, ketimbang mi instan goreng. Dalam satu bungkus, natrium yang tersedia bisa mencapai lebih dari 1.000 miligram.

"Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1000-1100 milligram per saji," jelasnya.

Nah, dari penjelasan di atas, kalo makanan ini sering dikonsumsi dengan insentias yang cukup sering, maka risikonya bisa melebar ke mana-mana, apalagi tanpa diimbangi makanan sehat lainnya.

Pada remaja, konsumsi mi instan yang terlalu sering dapat berdampak kepada kesehatan yang lebih serius. Risiko terkena ambeiren dan kanker usus bisa meningkat.

Jadi gini, Gen, kalo kalian mau mengonsumsi mi instan, alangkah baiknya jangan terlalu sering, dan jangan lupa untuk tetap mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat, agar gizinya juga tetap seimbang.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE