Bachtiar Nasir Siapkan Konser Amal untuk Palestina, Siap Jadi Tandingan Acara Andrea Bocelli
Gabungan organisasi itu terdiri dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM), dan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID). Mereka ingin menghadirkan kegiatan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat luas untuk membantu rakyat Palestina.
Pembina GPCI, K.H. Bachtiar Nasir, mengungkapkan rencana tersebut dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026). Ia berharap pemerintah memberikan izin dan dukungan agar konser amal tersebut dapat segera direalisasikan.
Bachtiar bahkan menginginkan konser amal itu digelar dengan skala lebih besar dibandingkan pertunjukan Andrea Bocelli. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi saluran positif bagi masyarakat untuk menyampaikan kepedulian terhadap Palestina tanpa menimbulkan tindakan yang mengganggu ketertiban.
"Sebetulnya saya sampaikan juga, saya berharap kita buat konser yang lebih besar untuk Palestina. Mungkin waktunya tidak cukup buat kita untuk melakukan konser yang sama dan agar emosi tidak tertumpah menjadi anarkisme, dan itu merugikan kita semua," ujar Bachtiar.
Ia juga menilai masyarakat Indonesia memiliki potensi besar untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah signifikan. Karena itu, Bachtiar mempertanyakan seberapa besar dana yang nantinya benar-benar disalurkan untuk membantu masyarakat Gaza dari penyelenggaraan konser Bocelli, jika dibandingkan dengan biaya produksi dan kepentingan penyelenggara maupun penampil.
Bachtiar meminta pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat sipil untuk mengadakan kegiatan penggalangan dana. Ia berharap rencana konser amal tersebut tidak dibatasi, sementara pertunjukan musik internasional tetap mendapatkan ruang untuk diselenggarakan.
Meski demikian, konser amal untuk Palestina masih berada dalam tahap perencanaan. Pembahasan mengenai skala acara, persiapan teknis, serta pihak-pihak yang akan terlibat masih akan dilakukan lebih lanjut.
MUI Minta Konser Andrea Bocelli Dibatalkan
Polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia sebelumnya juga mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga tersebut meminta pemerintah dan pihak penyelenggara mempertimbangkan pembatalan konser dengan menyoroti rekam jejak Bocelli yang pernah tampil dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta konser di Tel Aviv pada 2022.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan penjelasan langsung dari Bocelli maupun manajemennya.
MUI juga meminta sang penyanyi menunjukkan komitmen kemanusiaan secara terbuka, termasuk menyampaikan penyesalan atas keterlibatannya dalam kegiatan penggalangan dana FIDF. Menurut MUI, persoalan tersebut berkaitan dengan sensitivitas masyarakat Indonesia yang selama ini menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.
Promotor Pastikan Konser Tetap Berlangsung
Di tengah penolakan sejumlah kelompok masyarakat, promotor Shoemaker Live memastikan konser Andrea Bocelli tetap berlangsung sesuai jadwal. Pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan pihaknya telah mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan pertunjukan.
Ia memahami bahwa konser tersebut memiliki makna lebih luas bagi sebagian masyarakat, terutama di tengah kepedulian terhadap warga yang terdampak konflik dan kehilangan akibat peperangan.
Promotor menyebut pertunjukan bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia" akan membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan. Andrea Bocelli juga dijadwalkan mendedikasikan salah satu lagu untuk perdamaian dunia, khususnya bagi anak-anak dan masyarakat yang hidup di tengah konflik.
Selain itu, Shoemaker Live mengumumkan rencana bantuan berupa donasi 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan wilayah lain yang terdampak peperangan.
Konser Andrea Bocelli dijadwalkan telah berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan akan berlanjut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan aspirasi MUI dan berharap terdapat komunikasi antara pihak terkait dengan manajemen Bocelli. Namun, kementerian menjelaskan bahwa kewenangan perizinan penyelenggaraan konser berada di luar ranahnya.
Polemik tersebut kini menghadirkan dua rencana kegiatan dengan pendekatan berbeda. Di satu sisi, promotor tetap melanjutkan konser Andrea Bocelli dengan sejumlah inisiatif kemanusiaan. Di sisi lain, Bachtiar Nasir bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil tengah menyiapkan konser amal yang ditujukan untuk menggalang bantuan bagi Palestina.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!