Detik-Detik Dramatis! 2 Santri Ponpes Al Khoziny Selamat dari Reruntuhan Setelah 48 Jam Terjebak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang sebelumnya sempat diajak komunikasi oleh tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.
Dilansir dari Antara, Kedua santri tersebut adalah Syehlendra Haical R.A. atau Haical (13) dan Yusuf (16).
Yusuf berhasil dievakuasi lebih dulu pada Selasa, 30 September 2025 pukul 01.58 WIB, setelah bertahan selama 15 jam di bawah puing-puing bangunan yang ambruk. Sementara itu, Haical baru berhasil diselamatkan pada Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 15.10 WIB, setelah lebih dari 48 jam terjebak dalam reruntuhan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat upaya heroik tim rescue yang terus memberi semangat kepada kedua santri yang posisinya terjepit. Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa medan yang dihadapi tim sangat sempit sehingga pergerakan harus dilakukan dengan merayap.
Salah satu petugas bernama Aziz terdengar dalam video tersebut tengah berbicara langsung dengan para korban.
"Yusuf, umurmu berapa? Apa yang luka?" tanya Aziz. Yusuf menjawab bahwa ia berusia 16 tahun dan tidak mengalami luka, hanya tubuhnya yang terjepit. Haical, di sisi lain, mengaku merasa sakit di hampir seluruh tubuhnya.
"Iya, semuanya sakit," ujarnya lirih.
Aziz terus menyemangati kedua anak tersebut agar tetap kuat dan bersabar menunggu proses evakuasi.
"Sabar ya nak ya, ini usaha," katanya dengan suara penuh empati.
Posisi kedua korban juga dijelaskan dengan rinci oleh tim. Yusuf ditemukan dua meter dari posisi petugas di arah pukul 1, sementara Haical berada empat meter dari posisi yang sama di arah pukul 12. Proses evakuasi terhambat oleh padatnya reruntuhan, namun kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil.
Kepala Basarnas, Marsda Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa salah satu korban yang dievakuasi pada hari ketiga masih dalam kondisi hidup. Namun identitasnya belum diumumkan saat itu.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan pada saat tadi kita serah terimakan dengan tim medis, yang bersangkutan cepat pulih dan sembuh sehat kembali," ujar Syafii.
Sementara itu, Kepala Subbag Humas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Perdigsa Cahya, membenarkan bahwa Haical langsung dirujuk ke IGD rumah sakit tersebut begitu berhasil dievakuasi. Saat ini, Haical tengah menjalani proses rontgen untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh.
Penemuan dua santri dalam kondisi hidup ini menjadi titik terang di tengah duka mendalam yang menyelimuti tragedi ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny pada 29 September lalu. Total korban dalam insiden tersebut tercatat 108 orang, dengan 103 selamat dan dirawat, serta lima lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!