Browser AI Gratis Perplexity Comet Resmi Dirilis, Bisa Jadi Saingan Chrome?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan browser makin panas, Gen! Perplexity, startup AI yang lagi naik daun, akhirnya resmi merilis browser mereka yang bernama Comet untuk semua orang secara gratis. Sebelumnya, Comet cuma bisa dicoba sama pengguna paket Max yang harganya tembus 200 dolar AS per bulan. Sekarang, siapa aja bisa download dan nyobain langsung, tanpa harus bayar.
Langkah ini jelas bikin geger dunia teknologi karena Comet diposisikan buat jadi alternatif baru yang bisa saingi raksasa seperti Google Chrome, Safari, bahkan pendatang lain kayak browser AI dari The Browser Company. Kabarnya, OpenAI juga lagi siap-siap ngeluncurin browser AI mereka sendiri. Jadi makin seru kan persaingannya?
Dilansir dari TechCrunch, Comet punya fitur andalan berupa asisten samping layar (sidecar assistant) yang bisa nemenin kamu pas lagi browsing. Jadi, misalnya kamu buka artikel panjang banget, Comet bisa langsung bikin ringkasannya, kasih jawaban cepat, atau bahkan bantu navigasiin halaman web yang lagi kamu baca. Cocok banget buat kamu yang pengin hemat waktu.
Selain itu, ada juga berbagai fitur lain yang bisa dipakai pengguna gratis:
-
Discover, mirip kayak feed berita personal biar kamu nggak ketinggalan update.
-
Spaces, tempat ngatur proyek biar kerjaan lebih rapi.
-
Shopping, buat bandingin harga dan nyari diskon online.
-
Travel, kumpulin info soal destinasi, tiket pesawat, sampai hotel.
-
Finance, buat ngatur budget dan cek investasi.
-
Sports, update skor, jadwal, dan berita olahraga.
Buat pengguna Max, Perplexity kasih akses ke fitur eksklusif bernama background assistant. Ini gila sih, Gen. Jadi, asisten ini bisa kerja otomatis di belakang layar, bahkan pas kamu lagi tinggalin laptop. Misalnya, dia bisa siapin email, nyari tiket konser paling murah, atau ngecek penerbangan sesuai tanggal yang kamu mau. Semua progress-nya bisa kamu pantau lewat dashboard kayak "mission control."
Meski begitu, ada tantangan besar yang harus dibuktikan Perplexity. Kalau fitur AI mereka nggak kasih peningkatan produktivitas yang nyata, bakal susah banget bikin orang rela pindah dari browser lama yang udah nyaman dipakai.
Dengan semua fitur ini, Comet jelas bukan browser biasa. Pertanyaannya, apakah orang Indonesia bakal tertarik pindah dari Chrome atau Safari ke Comet? Kita tunggu aja, Gen.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!