Iran Bantah Negosiasi Dengan Amerika Serikat, Ali Larijani Sebut Donald Trump Hanya Berhalusinasi!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kondisi politik dunia bener-bener lagi berada di titik didih yang sangat mengkhawatirkan di awal Maret 2026 ini. Setelah ketegangan militer yang luar biasa hebat, kini perang urat syaraf antara Teheran dan Washington makin memanas menyusul bantahan keras dari pihak Iran mengenai kabar rencana perdamaian.
Kabar yang menyebutkan bahwa Iran bakal duduk satu meja dengan Amerika Serikat ternyata cuma isapan jempol belaka. Kabar ini langsung jadi heboh karena sebelumnya sempat beredar rumor kalau ada jalur belakang melalui Oman yang disiapkan buat mendinginkan suasana. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik dengan harapan banyak pihak yang ingin konflik ini mereda.
Teheran justru menunjukkan sikap yang makin galak dan tegas bahwa mereka nggak sudi buat berkomunikasi sedikit pun dengan pihak Gedung Putih. Ketegangan ini makin terasa ngeri karena baru saja terjadi serangan militer besar-besaran yang mengubah peta keamanan di kawasan Timur Tengah secara drastis.
Publik dunia sekarang lagi menahan napas melihat gimana respon Iran yang bener-bener menutup pintu diplomasi, sementara Amerika Serikat terus memberikan tekanan lewat berbagai narasi politik mereka. Buat kalian yang ngikutin perkembangan berita internasional, situasi ini bener-bener kayak film aksi tapi nyata, di mana taruhannya adalah stabilitas keamanan global yang sekarang lagi berada di ujung tanduk, nih Gen.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara resmi memberikan pernyataan menohok pada Senin lewat akun media sosial X miliknya. Ia menegaskan kalau semua laporan yang bilang Teheran mau memulai obrolan sama Washington itu seratus persen salah total. Larijani memastikan kalau Iran nggak bakal pernah ikut dalam pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat.
"Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS," tegas Larijani dalam pernyataannya.
Sindiran Pedas Larijani Dan Dampak Serangan Militer
Bukan cuma soal bantah negosiasi, Larijani juga melontarkan kritik yang bener-bener pedas buat Presiden AS, Donald Trump. Menurutnya, semua omongan Trump soal Iran hanyalah sebuah "ilusi kosong" yang justru bikin kawasan jadi makin berantakan. Ia menilai Trump sekarang lagi ketakutan sendiri melihat banyaknya tentara Amerika yang jadi korban di lapangan.
"Kini ia khawatir akan jatuhnya lebih banyak tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, ia telah mengubah slogan 'America First' menjadi 'Israel First' dan mengorbankan pasukan Amerika demi ambisi kekuasaan Israel," ujar Larijani. Ia juga menuduh Trump sengaja berbohong yang ujung-ujungnya malah bikin keluarga tentara Amerika harus menanggung beban berat.
Kondisi ini makin parah karena dipicu oleh operasi militer gabungan antara AS dan Israel pada Sabtu lalu yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai aksi balas dendam, Teheran langsung mengirim serangan drone dan rudal ke beberapa wilayah Teluk. Kabarnya, serangan balasan ini bikin tiga personel militer Amerika Serikat tewas dan lima orang lainnya luka parah.
Dengan sikap Iran yang makin keras dan menolak semua jalur negosiasi, sepertinya konflik ini masih jauh dari kata damai. Dunia sekarang cuma bisa berharap nggak ada eskalasi militer yang lebih besar lagi setelah serangan rudal dan drone tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!