Guardiola dalam Tekanan: Lini Belakang City Jadi Masalah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manchester City kembali gagal meraih kemenangan penuh di Liga Champions setelah ditahan imbang 2-2 oleh AS Monaco. Dua gol Erling Haaland sempat membawa harapan besar, tetapi penalti Eric Dier di penghujung laga membuat Pep Guardiola harus kembali mengelus dada.
Hasil ini semakin menegaskan bahwa lini belakang The Citizens masih menjadi titik lemah. Meski Haaland tak henti mencetak gol-total sudah 52 gol dari 50 laga di Liga Champions-kebiasaan kebobolan di menit-menit akhir membuat City sering kehilangan poin penting.
Di laga ini, Monaco berhasil memanfaatkan celah yang ditinggalkan barisan pertahanan City. Setelah Haaland membuka skor dengan chip indah memanfaatkan umpan Josko Gvardiol, Jordan Teze membalas cepat lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. City memang kembali unggul melalui sundulan Haaland sebelum jeda, namun konsentrasi lini belakang goyah di babak kedua.
Sorotan utama terjadi di menit ke-90, ketika Nico Gonzalez melakukan pelanggaran berbahaya terhadap Eric Dier. Setelah meninjau VAR, wasit Jesús Gil Manzano memberikan hadiah penalti. Dier yang sempat dikerubungi protes pemain City akhirnya menuntaskan tugas dengan tenang, menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Guardiola jelas tidak puas. Dalam beberapa pekan terakhir, City berulang kali kebobolan di menit akhir, termasuk saat menghadapi Arsenal. Tren ini membuat catatan tandang mereka di Liga Champions semakin suram: lima laga beruntun tanpa kemenangan. Situasi tersebut menempatkan Guardiola dalam tekanan besar, terutama karena ekspektasi tinggi publik terhadap City sebagai salah satu favorit juara.
Meski memiliki salah satu lini serang paling tajam di Eropa, kelemahan defensif bisa menjadi bom waktu. Bek-bek anyar seperti Josko Gvardiol dan Mohammed Salisu masih kesulitan menjaga konsistensi, sementara kiper Donnarumma kerap dibiarkan menghadapi situasi berbahaya sendirian.
Monaco sendiri patut berbangga. Catatan kandang mereka melawan klub Inggris kini makin impresif, hanya sekali kalah dari delapan pertandingan terakhir. Dier pun mendapat sorotan positif, bukan hanya karena gol penentu, tetapi juga kontribusinya dalam meredam serangan City.
Ke depan, City harus segera menemukan solusi. Guardiola tidak bisa terus-menerus bergantung pada ketajaman Haaland atau kreativitas Phil Foden. Jika masalah pertahanan tidak segera ditangani, City berisiko mengulangi kekecewaan di kompetisi Eropa-sebuah skenario yang tentu tak ingin dihadapi Guardiola musim ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!