Iran Siap Bentuk Dewan Pertahanan Baru, Sinyal Perombakan Besar di Jajaran Keamanan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Iran dikabarkan tengah mempersiapkan pembentukan sebuah dewan pertahanan baru sebagai bagian dari restrukturisasi pemerintahan dan sistem keamanannya. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Fars pada Jumat, 1 Agustus 2025, mengutip sumber anonim yang dekat dengan proses tersebut.
Dewan baru ini disebut akan memiliki mandat strategis, khususnya dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pertahanan nasional. Meski detail lengkapnya belum diumumkan secara resmi, struktur dewan ini dikabarkan sedang dalam tahap finalisasi dan akan segera diumumkan ke publik.
Mengutip dari ANTARA News, Sabtu (2/8), langkah ini disebut sebagai bagian dari reformasi struktural yang lebih besar di tubuh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (Supreme National Security Council/SNSC). Lembaga tersebut memegang peran vital dalam pengambilan keputusan strategis Iran, termasuk kebijakan luar negeri dan pertahanan.
Nama Ali Larijani, penasihat utama Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sekaligus mantan Ketua Parlemen Iran, mencuat sebagai kandidat kuat untuk memimpin SNSC menggantikan posisi saat ini. Jika benar, ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kendali politik terhadap lembaga-lembaga keamanan Iran.
Di sisi lain, Ali Akbar Ahmadian-yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris SNSC-disebut akan mengemban peran baru yang lebih spesifik. Menurut laporan Fars, ia akan fokus menangani "kasus-kasus strategis dan sensitif" yang membutuhkan koordinasi lintas sektor di tingkat nasional.
Spekulasi tentang perombakan besar ini semakin menguat setelah unggahan dari Nour News, media yang terafiliasi langsung dengan SNSC, menyatakan bahwa berbagai persiapan struktural telah dilakukan. "Setelah menyiapkan landasan yang diperlukan dan melakukan reformasi struktural, kemungkinan untuk implementasi perubahan segera di level lembaga keamanan tingkat tinggi tertentu telah meningkat," tulis Nour News di platform X pada Rabu, 30 Juli 2025.
Pembentukan dewan pertahanan ini dinilai sebagai respons terhadap dinamika regional yang semakin kompleks, termasuk ketegangan dengan negara-negara Barat, konflik di kawasan Teluk, serta tekanan internal dalam negeri. Langkah ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Iran sedang bersiap mengambil pendekatan baru dalam mengelola kebijakan keamanannya di tengah perubahan geopolitik global.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!