Nama Bakwan Di Berbagai Daerah, Gorengan Legendaris Yang Punya Banyak Identitas Unik!

Nama Bakwan Di Berbagai Daerah, Gorengan Legendaris Yang Punya Banyak Identitas Unik!
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sih yang nggak suka sama camilan renyah berbahan dasar tepung dan sayuran yang satu ini? Gorengan yang sering kita sebut sebagai bakwan ini beneran sudah jadi makanan sejuta umat yang kehadirannya hampir selalu ada di setiap sudut jalanan Indonesia.

Namun, tahukah kalian kalau makanan yang kelihatannya simpel ini ternyata punya "kepribadian ganda" saat kalian mulai menyeberang ke provinsi atau pulau lain? Fenomena ini beneran seru buat dibahas karena menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya serta bahasa yang kita miliki di Nusantara.

Di satu kota kalian mungkin bisa dengan mudah memesan sepiring bakwan, tapi begitu kalian bergeser beberapa ratus kilometer saja, pedagangnya mungkin bakal bingung kalau kalian nggak menyebutnya dengan dialek lokal mereka.

Kehebohan mengenai penamaan gorengan ini sering kali memicu perdebatan santai nan lucu di media sosial, di mana netizen saling klaim sebutan mana yang paling benar atau paling ikonik. Padahal, pada dasarnya adonannya tetaplah sama, yaitu perpaduan tepung terigu dengan irisan kol, wortel, dan daun bawang yang digoreng garing dalam minyak panas.

Keberagaman identitas kultural ini bukan cuma soal beda kata saja, tapi juga menyimpan sejarah panjang tentang bagaimana sebuah kudapan bisa beradaptasi dengan lidah dan budaya masyarakat setempat selama puluhan tahun.

Membedah kekayaan sebutan lokal ini seperti sedang melakukan perjalanan wisata kuliner virtual yang beneran asik dan bikin kita makin cinta sama keunikan Indonesia yang nggak ada habisnya. Dari yang bentuknya asal tumpuk sampai yang dicetak rapi pakai sendok sayur, semuanya punya cerita tersendiri yang wajib banget kalian tahu biar nggak salah pesan saat lagi traveling nanti.

Gen, mari kita mulai perjalanan kuliner ini dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Kalau kalian lagi nongkrong di Bandung atau daerah Sunda lainnya, jangan harap kalian bakal nemu tulisan bakwan di gerobak gorengan, karena masyarakat di sana lebih akrab menyebutnya dengan nama Bala-bala.

Nama ini diambil dari bahasa Sunda yang artinya berantakan, mungkin karena bentuk sayurannya yang keluar-keluar nggak beraturan saat digoreng, Gen.

Geser sedikit ke arah Jawa Timur, suasana bakal makin unik lagi. Di Surabaya dan daerah sekitarnya, gorengan ini punya panggilan kesayangan yaitu Ote-ote.

Beda lagi kalau kalian mampir ke Malang atau Madiun, masyarakat di sana lebih suka menyebutnya dengan istilah Weci atau Heci.

Kabarnya, sebutan ini punya pengaruh dari budaya Tionghoa yang sudah lama menetap di sana lho, Gen. Sementara kalau kalian lagi main ke Semarang atau wilayah Jawa Tengah lainnya, kalian harus menyebutnya Pia-pia biar nggak bingung.

Nggak cuma di Pulau Jawa saja Gen, di Sulawesi Selatan tepatnya di Makassar, gorengan ini bertransformasi namanya menjadi Bikang Doang.

Yang bikin unik, biasanya ada tambahan udang utuh di atasnya yang bikin rasanya makin gurih nampol. Terus kalau kalian berkelana sampai ke Sumbawa, masyarakat lokal di sana punya sebutan yang beneran beda lagi, yaitu Kote.

Gen, ada fun fact menarik kenapa adonan yang sama persis ini bisa punya nama yang beda-beda banget saat melintasi batas provinsi.

Hal ini terjadi karena pengaruh dialek lokal, sejarah perdagangan, hingga adaptasi bahan makanan di setiap daerah yang akhirnya membentuk identitas kultural baru.

Jadi, meskipun isinya sama-sama sayur dan tepung, cara kita memanggilnya adalah simbol dari kekayaan tradisi lokal kita. Jadi, sebutan favorit kalian yang mana nih, Gen? Tetap bangga sama keberagaman kuliner kita ya!

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE