Jumlah Pengguna ChatGPT Tembus 900 Juta Seminggu, OpenAI Makin Gila Dapat Suntikan Dana!

Jumlah Pengguna ChatGPT Tembus 900 Juta Seminggu, OpenAI Makin Gila Dapat Suntikan Dana!
- (Dok. OpenAI).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia teknologi lagi-lagi dibuat geger dengan pengumuman terbaru dari OpenAI yang bener-bener di luar nalar. Bagaimana nggak, perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan (AI) ini baru saja merilis data statistik yang menunjukkan betapa dominannya mereka di jagat digital tahun 2026 ini.

Bayangkan saja, jumlah orang yang menggunakan ChatGPT dalam satu minggu saja sekarang sudah menyentuh angka 900 juta orang di seluruh dunia. Angka ini naik sangat drastis dan membuktikan kalau ChatGPT bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup digital hampir satu miliar manusia setiap minggunya.

Hebohnya lagi, bukan cuma pencinta gratisan yang bertambah, tapi jumlah pelanggan berbayar alias mereka yang rela keluar uang demi fitur premium juga melonjak tajam hingga mencapai 50 juta pelanggan. Pertumbuhan ini tercatat sangat masif sejak awal tahun, di mana bulan Januari dan Februari kemarin menjadi momen paling bersejarah dengan penambahan pengguna baru terbanyak sepanjang berdirinya perusahaan.

Keberhasilan ini jelas bikin kompetitor makin ketar-ketir, apalagi ChatGPT sekarang sudah dipakai untuk segala macam urusan, mulai dari curhat masalah belajar, bikin konten tulisan, bikin rencana liburan, sampai ngebangun proyek-proyek startup baru.

Dengan skala penggunaan yang segede ini, OpenAI pun menjanjikan pengalaman yang lebih mulus buat kalian para penggunanya, mulai dari respons jawaban yang makin ngebut sampai sistem keamanan yang makin sulit ditembus hacker, nih Gen.

Menurut laporan dari Tech Crunch pada Minggu, 1 Maret 2026, OpenAI sendiri mengakui kalau awal tahun ini adalah masa keemasan mereka. Mereka secara terang-terangan menyebutkan kalau antusiasme orang buat berlangganan layanan AI mereka lagi di puncak tertinggi.

"Momentum pertumbuhan pelanggan meningkat signifikan pada awal tahun, dengan Januari dan Februari yang masih berjalan menjadi bulan dengan penambahan pelanggan baru terbesar dalam sejarah kami," kata OpenAI dalam pernyataan resminya.

Investasi Kuadriliun Dan Valuasi Yang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Prestasi ngeri dari sisi pengguna ini ternyata dibarengi dengan kabar finansial yang nggak kalah meledak. OpenAI baru saja mengonfirmasi kalau mereka berhasil mengantongi pendanaan swasta dengan nilai yang sangat fantastis, yakni 110 miliar dolar AS. Kalau kita konversikan ke mata uang kita, angkanya tembus Rp1,83 kuadriliun! Ini disebut-sebut sebagai salah satu putaran pendanaan paling besar yang pernah ada untuk perusahaan tertutup.

Siapa saja sih raksasa yang berani kasih modal segede itu? Ternyata ada Amazon yang menyetor dana 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp840 triliun. Nggak mau ketinggalan, raja chip dunia Nvidia dan perusahaan investasi SoftBank masing-masing menyumbang 30 miliar dolar AS atau setara Rp504 triliun. Dengan masuknya dana-dana segar ini, valuasi OpenAI sebelum pendanaan saja sudah mencapai 730 miliar dolar AS, alias sekitar Rp12,27 kuadriliun. Gila banget kan?

Kenaikan jumlah pengguna aktif mingguan yang mencapai 100 juta orang dalam waktu singkat (sebelumnya 800 juta pada Oktober 2025) menunjukkan kalau ketergantungan manusia pada AI makin tinggi. OpenAI sendiri masih membuka pintu lebar-lebar buat investor lain yang mau ikutan bergabung dalam putaran pendanaan ini. Ke depannya, kita bakal lihat ChatGPT yang jauh lebih pintar, lebih stabil, dan mungkin bakal makin sering kita temui di berbagai perangkat gadget kita sehari-hari.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE