Iran Perintahkan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS di Tengah Ketegangan Militer

Iran Perintahkan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS di Tengah Ketegangan Militer
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengeluarkan perintah untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.

Informasi tersebut disampaikan media Iran pada Senin, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui perkembangan tersebut, menyebutkan bahwa pembicaraan kemungkinan akan segera dimulai kembali dan melibatkan pejabat senior dari kedua negara. Namun hingga kini, waktu dan lokasi pertemuan belum ditentukan secara pasti.

Menurut sumber yang sama, negosiasi diperkirakan akan berlangsung di tingkat menteri luar negeri, dengan Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara Amerika Serikat akan diwakili oleh utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff. Meski demikian, kantor Presiden Pezeshkian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Langkah Iran untuk membuka kembali jalur diplomasi ini terjadi di tengah eskalasi situasi keamanan di kawasan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa armada militer AS sedang bergerak menuju wilayah tersebut. Trump juga memperingatkan Iran agar bersedia bernegosiasi terkait program nuklirnya atau menghadapi kemungkinan tindakan militer.

Di tengah meningkatnya tensi, aktivitas diplomatik regional turut menguat. Sejumlah negara, termasuk Turki, dilaporkan berupaya menjadi penengah untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima bentuk ultimatum apa pun dari Washington. Dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin, Baghaei membantah adanya tenggat waktu atau tekanan sepihak dalam proses negosiasi.

Sebagai catatan, Iran dan Amerika Serikat sempat terlibat dalam negosiasi nuklir tidak langsung pada Juni tahun lalu. Namun, pembicaraan tersebut terhenti setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu konfrontasi militer selama 12 hari dan secara signifikan meningkatkan ketegangan kawasan.

Pasca konflik tersebut, Iran menangguhkan pembicaraan dengan AS dan menyatakan bahwa Washington turut bertanggung jawab atas serangan yang terjadi. Kini, perintah Pezeshkian untuk melanjutkan negosiasi menandai upaya baru Iran untuk membuka kembali jalur diplomasi di tengah situasi geopolitik yang masih rapuh.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE