Industri Software China Catat Pertumbuhan Dua Digit dalam 9 Bulan Pertama 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri perangkat lunak (software) dan layanan teknologi informasi (TI) di China mencatat pertumbuhan signifikan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Data resmi yang dirilis Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) pada Jumat (31/10) menunjukkan bahwa sektor tersebut tumbuh dengan laju dua digit, menandakan momentum kuat dalam transformasi digital negara itu.
Sepanjang Januari hingga September 2025, total pendapatan industri perangkat lunak China naik 13 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 11,11 triliun yuan, setara dengan sekitar 1,57 triliun dolar AS. Dalam periode yang sama, total laba industri juga meningkat 8,7 persen dan mencapai 1,44 triliun yuan.
Kementerian mencatat bahwa kinerja positif ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap solusi digital, termasuk layanan berbasis komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (AI), dan analisis mahadata (big data), yang kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital China.
Selain itu, ekspor dari sektor perangkat lunak dan TI mencapai 45,94 miliar dolar AS, tumbuh 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi China semakin kompetitif di pasar global, terutama dalam penyediaan layanan digital lintas negara.
Dari total pendapatan, layanan teknologi informasi menyumbang porsi terbesar, yakni 68,8 persen atau sekitar 7,64 triliun yuan, meningkat 14,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Layanan ini mencakup sistem integrasi, keamanan siber, serta solusi berbasis cloud yang digunakan oleh berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga manufaktur.
Sementara itu, segmen komputasi awan dan layanan mahadata mencatat pertumbuhan 13,7 persen dengan total pendapatan mencapai 1,16 triliun yuan. Pertumbuhan ini memperkuat posisi China sebagai salah satu pusat teknologi digital terbesar di dunia, di tengah upaya pemerintah mendorong transformasi digital di berbagai sektor industri.
Kementerian menyebut bahwa tren positif tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun seiring meningkatnya investasi pada infrastruktur digital dan kebijakan pro-inovasi yang mempercepat pengembangan teknologi baru.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!