Masih Suka Ketukar Speedometer, Odometer, dan Takometer? Ini Penjelasan Simpelnya Biar Gak Salah Lagi!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau kamu termasuk yang sering naik motor atau mobil tapi masih suka nyebut semua panel angka di dashboard sebagai "spidometer", tenang, kamu enggak sendirian.
Banyak orang Indonesia masih salah kaprah soal penyebutan speedometer, odometer, dan takometer, padahal ketiganya punya fungsi yang beda-beda.
Di dunia otomotif, panel angka yang kamu lihat di depan setang atau setir itu disebut instrument cluster atau instrument display. Nah, speedometer cuma salah satu dari komponen di dalamnya. Tapi karena posisinya paling menonjol, banyak orang jadi menganggap semua panel itu adalah "spidometer".
Yuk, Kenali Perbedaan Ketiganya!
1. Spidometer (Speedometer)
Sudah masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai spidometer, alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan saat ini. Jadi kalau kamu bilang, "Liat tuh, udah 60 km!", kalau yang dimaksud kecepatan, itu benar disebut spidometer.
2. Odometer
Berbeda dari spidometer, odometer menunjukkan total jarak yang sudah ditempuh kendaraan, biasanya dalam satuan kilometer. Angka di odometer biasanya jadi acuan kapan kendaraan harus servis atau ganti oli. Ada juga tripmeter, semacam "teman kecil" odometer yang bisa di-reset ke nol buat ngukur jarak tempuh dalam kondisi tertentu, misalnya saat uji konsumsi bensin dari titik A ke B.
3. Takometer (Tachometer)
Nah, yang ini jarang ada di motor biasa. Takometer berguna untuk menunjukkan putaran mesin per menit (RPM). Umumnya hanya tersedia di motor-motor sport atau performa tinggi. Tapi ada juga motor bebek seperti Kawasaki ZX130 atau TVS Tormax yang sudah dilengkapi takometer.
Selain tiga komponen tadi, satu lagi yang enggak kalah penting adalah fuelmeter, alias indikator bahan bakar. Fungsi utamanya jelas: kasih tahu berapa banyak bensin yang masih tersisa di tangki. Kalau jarumnya udah hampir ke "E", ya waktunya isi bensin.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!