Podium Perdana Isack Hadjar di F1 Belanda Berujung Kocak, Trofinya Malah Patah!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Isack Hadjar mencatat sejarah pribadi di Formula 1 dengan meraih podium perdana pada Grand Prix Belanda 2025 di Zandvoort. Namun, momen bahagianya berubah jadi kocak setelah trofi P3 yang ia menangkan justru patah saat sesi foto bersama tim Racing Bulls.
Insiden itu terjadi ketika Hadjar meletakkan trofi di tanah untuk berpose dengan rekan setimnya. Saat ia mengangkat kembali piala tersebut dengan hanya memegang gagangnya, bagian alas trofi tertinggal di lantai. Kamera tim Racing Bulls menangkap ekspresi kaget Hadjar, mulutnya terbuka lebar seolah tak percaya, sebelum akhirnya tawa dan semprotan minuman energi dari tim menutup suasana.
Meski ada "korban trofi," hal itu jelas tak akan merusak kegembiraan Hadjar. Pebalap asal Prancis itu tampil impresif sepanjang balapan, mengawali dari posisi start keempat dan berhasil mempertahankannya hampir sepanjang lomba. Hadjar menahan tekanan dari nama-nama besar seperti Charles Leclerc dan George Russell. Keberuntungan juga berpihak padanya ketika Lando Norris terpaksa mundur di lap-lap akhir, yang membuat Hadjar naik ke posisi tiga besar.
Podium ini punya arti penting, bukan hanya untuk Hadjar, tapi juga bagi Racing Bulls. Tim satelit Red Bull itu terakhir kali meraih podium pada GP Azerbaijan 2021 lewat Pierre Gasly. Kini, empat tahun berselang, Hadjar kembali membawa nama Racing Bulls naik ke papan atas. Tak hanya podium, ia juga dinobatkan sebagai Driver of the Day oleh para penggemar.
Dalam wawancara usai balapan, Hadjar mengaku tak menyangka bisa finis di posisi ketiga. "Saya tidak punya ekspektasi tinggi pagi ini. George ada di belakang saya, dua Ferrari juga. Saya bahkan tidak punya data long run dari latihan Jumat, jadi benar-benar tidak tahu apa yang bisa saya lakukan," katanya. "Melewati garis finis di posisi tiga itu rasanya luar biasa."
Hadjar juga menyempatkan diri mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang berperan besar dalam kariernya. Ia menyebut kedua orang tuanya, serta Helmut Marko, penasihat Red Bull yang memberinya kesempatan sejak menandatanganinya di ajang FRECA empat tahun lalu. "Helmut memberi saya jalur untuk meniti karier, dan sejauh ini saya berhasil mengikutinya," tambahnya.
Momen patahnya trofi ini langsung mengingatkan fans pada insiden serupa di 2023, ketika Lando Norris tanpa sengaja merusak trofi kemenangan Max Verstappen di Hungaria. Namun bagi Hadjar, "trofi patah" hanya jadi bumbu tambahan dalam cerita manis podium perdananya di Formula 1.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!