Dugaan Budi Arie Bekingi Judi Online Makin Kuat! Guntur Romli & Mahfud MD Buka Suara, Bukti Diungkap

Dugaan Budi Arie Bekingi Judi Online Makin Kuat! Guntur Romli & Mahfud MD Buka Suara, Bukti Diungkap
- (Dok. Ig/budiariesetiadi).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, dugaan keterlibatan eks Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam jaringan pelindung situs judi online bikin geger. Kesaksian para terdakwa di persidangan, aliran uang mencurigakan, hingga pernyataan publik dari tokoh-tokoh politik nasional mulai mengarah langsung ke namanya. Tapi anehnya, hingga akhir Juni 2025, polisi belum juga memeriksa Budi. Kok bisa?


Dari Flashdisk Judi Sampai Uang Dibungkus Kopi

Cerita bermula dari pengakuan Tony, terdakwa yang menyebut sempat bertemu langsung dengan Budi di rumah dinas Menteri Kominfo di kawasan Widya Chandra. Tony datang membawa flashdisk berisi daftar situs judi online-titipan dari seorang pengusaha properti, Cencen Kurniawan.

Setelah flashdisk diterima, Budi diduga berkata:

"Masak, situs sudah di?take down, tidak ada duit kopi untuk anak?anak?"

Ucapan itu kemudian ditafsir sebagai kode minta uang. Dan benar saja, Cencen mengirim Rp500 juta yang dibungkus dalam kemasan kopi dan diserahkan ke Tony untuk diberikan ke Budi. Tony mengantar uang itu ke rumah dinas, sambil bilang:

"Nih, kopi buat Projo."
Tapi Budi hanya merespons singkat:
"Tuh, taruh di situ saja."


Guntur Romli: Polisi Harus Usut!

Politikus Guntur Romli ikut angkat suara lewat akun X miliknya, @gunromli. Dalam postingannya, dia menuliskan:

"Mengapa Polisi Tak Mengusut Budi Arie Meski Buktinya Telak.
Para terdakwa beking kasus judi online mengaku menyediakan setoran untuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi"

Pernyataan ini memperkuat tekanan publik agar aparat penegak hukum tak tebang pilih dalam mengusut kasus yang melibatkan nama besar.


Mahfud MD: Budi Arie Harus Bertanggung Jawab

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga sudah lebih dulu menyoroti kasus ini. Dalam kanal YouTube resminya, Mahfud menyampaikan analisis tajam:

"Padahal pikir kita itu karena nyangkut pejabat yang sudah banyak disebut dan sudah banyak dibuka, mestinya ini ke Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat…"

Mahfud menyebut nama Adhi Kismanto, tenaga ahli yang ditunjuk langsung oleh Budi Arie, dan jadi tokoh penting dalam operasi situs judi lewat fasilitas digital Kominfo. Bahkan ia menyoroti fakta bahwa Adhi tak punya ijazah dan hanya mengaku sebagai ahli IT.

"Berarti dia (Budi Arie) harus bertanggung jawab... Patut diduga, kalau saya malah diduga keras bahwa Budi Ari itu terlibat di situ. Atau sekurang-kurangnya dia memfasilitasi orang melakukan itu, sehingga berarti bersama dia melakukan itu, iya kan."


Dakwaan: Budi Dapat Jatah 50 Persen?

Dalam surat dakwaan, disebut ada pembagian "hasil" dari pengamanan situs judi online:

  • 20% untuk Adhi Kismanto

  • 30% ke Tony

  • 50% dialokasikan untuk Budi

Namun Budi membantah keras. Ia menyebut tuduhan itu:

"Narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi."

Dia mengklaim tak tahu-menahu dan tak pernah menerima aliran dana. Bahkan menyebut upaya memberantas situs judi justru aktif ia lakukan selama menjabat.


Pakar Hukum dan Kompolnas: Kenapa Belum Diperiksa?

Bambang Rukminto dari ISSS menilai keterangan para terdakwa seharusnya cukup sebagai bahan penyelidikan. Begitu pula pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, yang bilang bahwa:

"Secara yuridis, alat buktinya sudah cukup kuat. Tapi political will selalu menjadi faktor penentu pamungkas bagi sebuah tindakan negara."

Chairul Huda dan Laode M. Syarif ikut mendesak agar penyidikan segera dibuka, karena bukti permulaan dinilai sudah sangat cukup.

Kompolnas juga buka suara. Arief Wicaksono menyebut:

"Supaya tidak menjadi fitnah dan tak bergulir terus, lebih baik diklarifikasi."


Gen, intinya...
Nama Budi Arie sudah muncul berkali-kali di BAP dan kesaksian persidangan. Dari bukti fisik, pengakuan tersangka, sampai pernyataan tokoh nasional-semuanya mendorong agar kasus ini diusut tuntas.

Kita pantau terus ya, Gen. Soalnya, ini bukan sekadar soal uang judi. Tapi juga soal keadilan, transparansi, dan siapa yang benar-benar berani menegakkan hukum tanpa pandang jabatan.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE