Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam, Mama Sinta: Itu Omong Kosong Provokator!

Luruskan Hoaks Media Sosial: Duduk Perkara Keberangkatan Mama Sinta Merauke ke Ibu Kota

Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam, Mama Sinta: Itu Omong Kosong Provokator!
Film dokumenter Pesa Babi. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend, yang akrab disapa Mama Sinta, secara tegas membantah rumor liar yang beredar di media sosial belakangan ini.

Dirinya menepis tudingan sepihak yang menyebut bahwa kepergiannya ke Jakarta terjadi karena adanya tekanan dari aparat TNI serta difasilitasi menggunakan pesawat jet pribadi milik pengusaha papan atas, Haji Isam.

Melalui sebuah video klarifikasi, Mama Sinta menyatakan bahwa narasi tersebut sepenuhnya keliru dan sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

Bantahan Tegas Soal Fasilitas Mewah dan Tekanan Aparat

Dalam pernyataannya yang beredar luas di platform digital, Mama Sinta meluruskan kronologi perjalanannya dari Papua ke ibu kota. Ia memastikan bahwa keberangkatannya murni menggunakan maskapai penerbangan komersial biasa bersama penumpang umum lainnya.

Berikut adalah poin-poin utama klarifikasi yang disampaikan oleh Mama Sinta:

  • Tidak Menggunakan Jet Pribadi: Mama Sinta menegaskan tidak pernah menaiki pesawat pribadi ataupun helikopter milik Haji Isam. Ia bahkan mengaku sama sekali belum pernah bertemu dengan pengusaha tersebut. "Itu tidak benar... Itu omong kosong. Itu namanya provokator," ujarnya secara terbuka.

  • Bebas dari Intimidasi Keamanan: Isu mengenai adanya penjemputan paksa atau tekanan psikologis dari pihak militer juga dipastikan hoaks. Mama Sinta menyatakan tidak ada satu pun anggota TNI yang mengintimidasi dirinya untuk berangkat ke Jakarta.

  • Inisiatif dan Keinginan Sendiri: Keberangkatan ke ibu kota ditegaskan sebagai keputusan pribadi tanpa ada paksaan atau ajakan dari pihak luar. Ia merasa heran mengapa banyak pihak luar yang justru sibuk menyebarkan spekulasi keliru tentang tujuannya.

Alasan Utama ke Jakarta: Tempuh Jalur Hukum demi Harga Diri

Kehadiran Mama Sinta di Jakarta sebenarnya bertujuan untuk mencari keadilan hukum atas hak pribadi yang dilanggar.

Pada Jumat, 29 Mei 2026, ia didampingi kuasa hukumnya telah resmi melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Mapolda Metro Jaya. Laporan tersebut kini telah terdaftar dengan Nomor: LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Kasus ini dipicu oleh kekecewaan mendalam Mama Sinta karena wajah dan dokumentasi dirinya digunakan serta ditayangkan tanpa izin dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi.

Pemutaran film tersebut yang dilakukan secara berulang-ulang di berbagai tempat membuatnya merasa malu dan merasa martabatnya sebagai tokoh perempuan adat telah direndahkan.

Ia juga meminta dengan sangat agar publik maupun kelompok tertentu tidak mempolitisasi langkah hukumnya dengan mengaitkan masalah ini ke dalam polemik Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang berlangsung di tanah Papua.

Bagi Mama Sinta, perjuangannya saat ini murni demi memulihkan nama baik dan kehormatan dirinya, bukan untuk agenda politik atau korporasi.

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Klarifikasi terbuka dari Mama Sinta ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna media sosial agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menyerap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Langkah berani tokoh perempuan Papua ini dalam memisahkan urusan martabat pribadi dari pusaran konflik horizontal patut dihormati, sekaligus menunjukkan ketegasannya dalam menolak dijadikan alat propaganda oleh pihak penentang maupun pendukung proyek pemerintah.

Bagaimana tanggapan Gen mengenai ketegasan Mama Sinta dalam meluruskan isu jet pribadi dan tuduhan intimidasi ini? Yuk, tuliskan opinimu di kolom komentar bawah!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE