Bacaan Takbiran Idul Adha Versi 3 Bahasa Berbeda
JAKARTA, GENVOICE.ID - Takbiran Idul Adha selalu jadi momen yang ditunggu karena suasananya terasa khas.
Tapi masih banyak yang belum tahu, sebenarnya takbiran ini berlangsung sampai kapan dan seperti apa bacaan yang biasa digunakan.
Berikut penjelasan lengkapnya dengan alur yang lebih santai dan mudah diikuti.
1. Takbiran Dimulai Sejak Malam Idul Adha
Takbir mulai dikumandangkan sejak matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah. Artinya, begitu masuk malam menjelang Idul Adha, umat Islam sudah dianjurkan untuk memperbanyak takbir.
Di tahun 2026, momen ini jatuh pada Selasa malam, 26 Mei. Biasanya suasana langsung terasa berbeda. Masjid mulai ramai, suara takbir terdengar dari berbagai arah, dan di beberapa daerah ada tradisi takbir keliling yang masih dijaga sampai sekarang.
Tidak harus selalu di masjid, banyak juga yang melantunkan takbir dari rumah atau bersama keluarga. Intinya, sejak malam itu, suasana hari raya sudah mulai terasa.
2. Takbiran Tidak Berhenti di Hari H
Yang sering disalahpahami, takbiran Idul Adha tidak berhenti saat salat Id selesai. Justru setelah itu, takbir masih terus dianjurkan untuk dibaca.
Takbiran berlangsung sampai waktu Ashar pada 13 Dzulhijjah, yang merupakan hari tasyrik terakhir. Untuk tahun 2026, berarti berakhir pada Sabtu, 30 Mei.
Selama rentang waktu ini, takbir biasanya dilantunkan setelah salat wajib. Jadi meskipun suasana tidak seramai malam takbiran, gema takbir masih tetap terdengar di masjid atau mushala.
Hal ini yang membuat Idul Adha terasa lebih panjang, tidak hanya satu hari saja.
3. Ada Perbedaan Cara Membaca Takbir
Dalam praktiknya, ada dua cara umum membaca takbir di Idul Adha.
Pertama, takbir yang dibaca bebas kapan saja. Ini yang paling sering dilakukan, baik sendiri maupun bersama-sama, tanpa terikat waktu tertentu.
Kedua, takbir yang dibaca setelah salat wajib. Biasanya dilakukan berjamaah di masjid, langsung setelah selesai salat fardhu selama hari tasyrik.
Keduanya sama-sama dianjurkan, jadi tidak perlu bingung harus memilih yang mana. Banyak orang bahkan melakukan keduanya sekaligus.
4. Tiga Versi Bacaan Takbir yang Sering Digunakan
Menariknya, bacaan takbir tidak hanya satu versi. Ada beberapa versi yang umum dipakai di Indonesia.
Versi pertama biasanya yang paling singkat dan sering didengar:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd."
Versi kedua sedikit lebih panjang karena ditambah kalimat pujian:
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd."
Versi ketiga biasanya lebih lengkap lagi karena disertai tambahan doa dan pujian kepada Allah. Bacaan ini sering digunakan di masjid atau dalam takbir berjamaah dengan durasi lebih panjang.
Perbedaan ini bukan masalah benar atau salah. Semuanya boleh digunakan karena sama-sama berisi pujian dan pengagungan kepada Allah.
5. Kenapa Takbiran Idul Adha Lebih Panjang
Durasi takbir yang panjang berkaitan dengan rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah. Setelah Idul Adha, masih ada hari tasyrik yang berlangsung selama tiga hari.
Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, termasuk takbir. Itu sebabnya takbiran tidak langsung berhenti setelah hari raya.
Selain itu, momen Idul Adha juga berkaitan dengan ibadah kurban. Jadi suasana ibadahnya memang berlangsung lebih lama dibanding Idul Fitri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!