Heboh Bupati dan Wabup Lebak Berseteru Perkara Mantan Napi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perseteruan antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menjadi sorotan publik setelah keduanya terlibat ketegangan dalam acara halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3).
Dalam sambutannya, Hasbi awalnya membahas tugas dan wewenang wakil bupati sesuai aturan, termasuk menyinggung batas koordinasi dengan kepala dinas. Namun, situasi memanas ketika ia menyinggung masa lalu Amir sebagai mantan narapidana.
Pernyataan tersebut memicu reaksi langsung dari Amir yang merasa tersinggung. Ia sempat berdiri dan mencoba menghampiri Hasbi sebelum akhirnya ditahan oleh aparatur sipil negara (ASN) yang hadir, lalu meninggalkan lokasi acara.
Amir menilai ucapan tersebut sebagai penghinaan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan tugas pemerintahan. Ia juga mengaku ini bukan pertama kalinya dirinya menerima sindiran serupa dari Hasbi.
"Saya merasa terhina karena disampaikan di depan umum dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan," ujar Amir.
Tak hanya itu, Amir juga melontarkan serangan balik dengan menyinggung kekalahan Hasbi dalam pemilihan legislatif sebelumnya, serta menyebut keberhasilan Hasbi menjadi bupati tidak lepas dari peran keluarganya, termasuk Mulyadi Jayabaya.
Di sisi lain, Hasbi membantah telah menyindir wakilnya. Ia mengklaim pernyataannya justru bermakna positif, dengan menyebut Amir sebagai mantan warga binaan yang berhasil meraih jabatan publik sebagai sebuah prestasi.
Untuk diketahui, Amir Hamzah pernah terjerat kasus suap sengketa Pilkada 2013 yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Ia divonis 3,5 tahun penjara pada 2015.
Perseteruan ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja dan citra pemerintahan daerah Kabupaten Lebak jika tidak segera diselesaikan. Sejumlah pihak pun mendorong adanya rekonsiliasi agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif tanpa konflik internal.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!