Awal Langkah Tiga Pelatih Timnas Indonesia: Dari Shin Tae-yong hingga John Herdman, Siapa yang Paling Meyakinkan?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan debut tiga pelatih timnas Indonesia, yakni Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman, menghadirkan cerita yang berbeda. Ketiganya memulai era kepelatihan dalam situasi yang tidak sama, dengan hasil yang juga beragam.
Herdman menjadi sosok terbaru yang menangani skuad Garuda setelah ditunjuk pada Januari 2026. Ia menggantikan Kluivert yang harus angkat kaki lebih cepat usai dinilai gagal memenuhi target membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Jika ditarik ke belakang, Kluivert sendiri baru mulai melatih timnas Indonesia pada awal 2025, menggantikan Shin Tae-yong. Pergantian pelatih dalam waktu berdekatan ini membuat publik kerap membandingkan kontribusi dan capaian masing-masing.
Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang membangun fondasi timnas Indonesia di era modern. Ia menghadapi tantangan besar sejak awal, bahkan banyak yang menilai ia memulai dari kondisi tim yang belum stabil. Debutnya terjadi dalam laga uji coba melawan Oman pada Mei 2021, yang berakhir dengan kekalahan 1-3.
Meski awalnya tidak berjalan mulus, Shin perlahan menunjukkan perkembangan. Dalam kurun 2020 hingga 2024, ia mencatatkan 26 kemenangan, 16 hasil imbang, dan 17 kekalahan dari total 57 pertandingan. Capaian tersebut menjadi dasar penting bagi perkembangan timnas Indonesia saat ini.
Berbeda dengan Shin, Kluivert langsung menghadapi tekanan besar sejak laga pertamanya. Ia menjalani debut di ajang resmi Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan menghadapi Australia di Sydney pada Maret 2025. Hasilnya cukup pahit, timnas Indonesia kalah telak 1-5.
Selama masa kepemimpinannya yang relatif singkat, Kluivert mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan dari delapan pertandingan. Hasil tersebut membuat posisinya tidak bertahan lama.
Sementara itu, Herdman memulai kiprahnya dengan hasil yang lebih meyakinkan. Dalam laga perdananya, ia membawa Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Maret 2026.
Namun, konteks yang dihadapi ketiga pelatih ini juga berbeda. Shin harus memimpin tim di tengah situasi pandemi Covid-19, bahkan menjalani laga tanpa kehadiran penonton. Kluivert langsung terjun di kompetisi resmi dengan tekanan tinggi di kandang lawan. Sedangkan Herdman memulai langkahnya melalui turnamen uji coba dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri.
Perbedaan kondisi tersebut membuat perbandingan tidak bisa dilihat hanya dari hasil akhir semata. Meski begitu, awal yang menjanjikan dari Herdman tetap memberi harapan baru bagi masa depan timnas Indonesia.
Kini, publik menantikan apakah Herdman mampu melanjutkan tren positif tersebut dan membawa skuad Garuda melangkah lebih jauh di kancah internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!