Inilah 10 Pahlawan Revolusi G30S/PKI, Pengorbanannya Bikin Merinding!

Inilah 10 Pahlawan Revolusi G30S/PKI, Pengorbanannya Bikin Merinding!
- (Dok. YT/See Gate).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setiap memasuki akhir September, bangsa Indonesia selalu kembali diingatkan pada peristiwa kelam G30S/PKI yang mengguncang negeri pada 1965. Tragedi itu bukan hanya mencatat sejarah kelam, tapi juga meninggalkan duka mendalam karena gugurnya sejumlah perwira militer terbaik bangsa. Mereka dikenang dengan gelar Pahlawan Revolusi sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan pengorbanannya.

Presiden Soekarno saat itu langsung memberikan gelar kehormatan bagi para perwira Angkatan Darat yang jadi korban. Kini, nama mereka terus dikenang setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober. Yuk Gen, kenali satu per satu kisah singkat mereka.

Daftar 10 Pahlawan Revolusi Indonesia

  1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani
    Lahir di Purworejo, 19 Juni 1922, Ahmad Yani adalah sosok penting dalam menumpas pemberontakan di berbagai daerah. Sayangnya, ia gugur tertembak pada 1 Oktober 1965 saat menjadi target penculikan.

  2. Letjen (Anumerta) Suprapto
    Suprapto lahir di Purwokerjo, 20 Juni 1920. Karier militernya cemerlang hingga berpangkat Letnan Jenderal. Ia jadi korban penculikan G30S di usia 45 tahun dan dimakamkan secara militer di TMP Kalibata.

  3. Letjen (Anumerta) Haryono
    Mas Tirtodarmo Haryono, lahir 20 Januari 1924 di Surabaya, dikenal cerdas dan menguasai beberapa bahasa. Penolakannya terhadap Angkatan Kelima membuatnya diburu PKI hingga akhirnya gugur di Lubang Buaya.

  4. Letjen (Anumerta) Siswondo Parman
    Ahli intelijen asal Wonosobo ini lahir 4 Agustus 1918. Julukan "Penasihat Agung" melekat padanya. Ia menentang PKI, diculik dari rumahnya, lalu ditemukan tewas di Lubang Buaya.

  5. Mayjen (Anumerta) D.I. Panjaitan
    Donald Izacus Panjaitan lahir 10 Juni 1925 di Tapanuli. Ia aktif membentuk TKR setelah Proklamasi. Nasib tragis menimpa saat rumahnya diserbu pasukan G30S dan ia tewas tertembak.

  6. Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo
    Lahir di Kebumen, 23 Agustus 1922. Sutoyo yang juga menolak ide Angkatan Kelima diculik pada malam G30S dan ditemukan tewas bersama para jenderal lain di Lubang Buaya.

  7. Kapten (Anumerta) Pierre Tendean
    Perwira muda kelahiran 21 Februari 1939 ini gugur di usia sangat muda, 26 tahun. Ia jadi korban salah sasaran karena dikira Jenderal Nasution. Sosoknya masih dikenang hingga kini.

  8. Brigjen (Anumerta) Katamso Darmokusumo
    Asal Sragen, lahir 5 Februari 1923. Katamso dididik militer sejak era Jepang. Ia diculik dalam peristiwa G30S dan ditemukan tewas beberapa minggu setelah tragedi.

  9. Kolonel (Anumerta) Sugiyono
    Lahir di Gunung Kidul, 12 Agustus 1926. Meski awalnya bercita-cita jadi guru, ia akhirnya menekuni militer dan gugur setelah ditangkap pasukan Dewan Revolusi di Yogyakarta.

  10. AIP II (Anumerta) K.S. Tubun
    Karel Satsuit Tubun lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928. Malam itu ia bertugas menjaga rumah Menteri Leimena. Saat berusaha melawan serangan, ia tertembak dan gugur sebagai pahlawan.


Gen, kisah para Pahlawan Revolusi ini jadi bukti bahwa kemerdekaan dan keutuhan bangsa harus dijaga dengan pengorbanan besar. Nama mereka abadi sebagai teladan untuk generasi sekarang dan masa depan.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE