Carlo Ancelotti Tolak Timnas Italia, Pilih Lanjutkan Proyek Bersama Brasil

Carlo Ancelotti Tolak Timnas Italia, Pilih Lanjutkan Proyek Bersama Brasil
- (Dok. AP).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Carlo Ancelotti ternyata sempat mendapat kesempatan untuk kembali ke Italia dan menangani tim nasional negaranya sendiri. Tawaran tersebut datang ketika Gli Azzurri sedang mencari sosok baru untuk membangun kembali tim setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026. Namun, kesempatan untuk kembali ke kursi pelatih Timnas Italia justru dilewatkan Ancelotti karena ia memilih melanjutkan pekerjaannya bersama Brasil.

Keputusan tersebut cukup menarik karena Ancelotti memiliki sejarah panjang dengan sepak bola Italia. Ia pernah menangani sejumlah klub besar di negaranya dan memiliki reputasi sebagai salah satu pelatih Italia paling sukses. Bahkan, Paolo Maldini disebut sempat menghubunginya untuk membicarakan kemungkinan menangani Gli Azzurri.

Meski begitu, Ancelotti memilih tidak mengambil kesempatan tersebut. Bukan karena persoalan finansial ataupun kontrak, melainkan karena dirinya merasa masih memiliki tanggung jawab terhadap Brasil dan federasi sepak bola negara tersebut.

Ancelotti Pilih Hormati Brasil

Ancelotti saat ini masih memiliki kontrak bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) hingga Piala Dunia 2030. Ia merasa keputusan untuk tetap berada di Brasil merupakan bentuk penghargaan terhadap pihak yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin Selecao.

Pelatih berusia 67 tahun tersebut mengakui bahwa Federasi Sepak Bola Italia memang sempat melakukan pendekatan. Namun, ia menilai belum saatnya kembali ke tanah kelahirannya untuk menangani tim nasional.

"Ini bukan masalah kontrak, itu bukan alasannya. Alasannya adalah karena saya memiliki komitmen kepada CBF dan negara ini, karena negara ini telah menyambut saya dengan sangat hangat selama tahun pertama saya," ujar Ancelotti.

Ancelotti juga menegaskan dirinya ingin melanjutkan pekerjaan bersama Brasil karena merasa telah diterima dengan baik. Baginya, komitmen yang sudah dibangun tidak bisa begitu saja ditinggalkan ketika Italia datang menawarkan pekerjaan.

"Saya ingin tetap berada di sini. Saya tentu berterima kasih kepada Federasi Italia, tetapi saya ingin bertahan di sini karena saya percaya ini adalah keputusan yang benar dan adil untuk tetap berada di negara yang telah menerima saya dengan sangat baik, di sebuah institusi yang telah memberikan saya kesempatan untuk bekerja," lanjut Ancelotti.

Gagal di Piala Dunia 2026 Jadi Bahan Evaluasi

Keputusan Ancelotti bertahan bersama Brasil datang setelah perjalanan Selecao di Piala Dunia 2026 tidak berjalan sesuai harapan. Brasil harus tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah dalam persaingan menuju fase berikutnya.

Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terburuk Brasil di Piala Dunia sejak 1990. Meski begitu, Ancelotti tidak ingin menjadikan kegagalan tersebut sebagai alasan untuk meninggalkan proyek yang sedang dibangun.

"Hasil Piala Dunia tidak bagus, itu mengecewakan semua orang dan kami semua merasa sedih. Namun, kami harus melihat kembali apa yang sudah terjadi dengan satu mata dan melihat masa depan dengan mata lainnya," kata Ancelotti.

Ia justru melihat Brasil masih mempunyai banyak pemain muda berbakat yang dapat menjadi fondasi untuk membangun tim dalam beberapa tahun mendatang.

"Generasi pemain berikutnya, negara ini memiliki pemain-pemain berbakat, dan kami bisa membangun masa depan yang positif," tambah Ancelotti.

Brasil Mulai Siapkan Generasi Baru

Salah satu pekerjaan besar Ancelotti berikutnya adalah melakukan regenerasi skuad. Sejumlah pemain senior mulai memasuki fase akhir karier internasional sehingga Brasil harus mulai memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya.

Nama seperti Neymar, Alisson Becker, Casemiro, Danilo, dan Alex Sandro berpotensi kehilangan posisi utama dalam skuad. Kondisi tersebut membuat Ancelotti perlu mulai mempersiapkan pemain-pemain muda untuk mengisi tempat mereka.

Menurutnya, pergantian generasi merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam sepak bola. Brasil pun harus memastikan pemain-pemain baru mampu membawa tim ke level yang lebih baik.

"Saya percaya bahwa secara sejarah, satu generasi akan berakhir dan generasi lain harus mengambil tempatnya. Generasi berikutnya harus lebih baik daripada generasi sebelumnya," ujar Ancelotti.

Ia mengakui sejumlah pemain senior masih mungkin mendapat kesempatan membela Brasil. Namun, arah utama tim kini mulai bergeser menuju siklus baru dengan lebih banyak pemain muda.

"Apa yang kami pikirkan adalah beberapa pemain mungkin masih bisa masuk skuad, tetapi kami harus melihat ke arah siklus baru dan kami akan melihat siklus baru tersebut dengan membawa pemain-pemain baru. Ini adalah sebuah bab yang sedang berakhir. Tentu saja, kami harus berterima kasih kepada mereka semua, dan saya memiliki banyak rasa sayang kepada mereka," tutup Ancelotti.

Dengan keputusan tersebut, Ancelotti dipastikan belum kembali menangani Timnas Italia. Ia memilih menyelesaikan misi bersama Brasil dan mencoba membangun kembali Selecao dengan kombinasi pemain berpengalaman serta generasi muda.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE