Jangan Dianggap Cuma Capek, 5 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Jantung pada Anak

Jangan Dianggap Cuma Capek, 5 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Jantung pada Anak
Ilustrasi gejala sakit jantung pada anak. - (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Penyakit jantung sering dikaitkan dengan usia dewasa. Padahal, anak-anak juga bisa mengalaminya, meski kasusnya tidak umum. Masalahnya, gejalanya kerap samar dan sering dianggap sekadar kelelahan biasa. Di titik inilah kewaspadaan orang tua jadi krusial.

Melansir Hindustan Times, Dr. Prashant Prakashrao Patil, Konsultan Senior Kardiolog Pediatrik Intervensional di CARE Hospitals, menyebut penyakit jantung pada anak memang jarang terjadi, tetapi sering kali terlambat terdeteksi karena gejalanya tidak disadari sejak awal.

Berikut lima gejala yang perlu diperhatikan:

  1. Pertumbuhan Lambat atau Masalah Saat Menyusu
    Pada bayi dan balita, gangguan jantung bisa terlihat dari pola tumbuh kembang. Berat badan sulit naik, nafsu makan rendah, berkeringat berlebihan saat menyusu, hingga cepat lelah saat makan bisa menjadi sinyal awal. Gejala ini sering dianggap sekadar masalah nutrisi, padahal bisa berkaitan dengan fungsi jantung.

  2. Sesak Napas yang Tidak Wajar
    Jika anak terlihat bernapas lebih cepat dari biasanya, mudah terengah-engah, atau mengalami napas berat meski aktivitasnya ringan bahkan saat istirahat, kondisi ini tidak boleh dianggap normal. Memang mirip asma, tetapi pada gangguan jantung, napas berat bisa muncul tanpa aktivitas berat.

  3. Bibir atau Ujung Jari Kebiruan
    Perubahan warna menjadi kebiruan pada bibir, kuku, atau ujung jari bisa menandakan kadar oksigen dalam darah rendah. Kadang muncul saat anak menangis atau aktif bergerak. Meski terlihat sesaat, kondisi ini bisa menjadi indikator gangguan sirkulasi atau kelainan jantung bawaan.

  4. Mudah Lelah dan Tidak Tahan Aktivitas
    Anak yang sering berhenti saat bermain, memilih duduk ketika teman-temannya masih aktif, atau cenderung menghindari aktivitas fisik perlu diperhatikan. Bagi Gen, ini bukan soal malas, tetapi bisa jadi jantung tidak memompa darah secara optimal sehingga tubuh cepat kehilangan energi.

  5. Adanya Murmur Jantung
    Terkadang satu-satunya tanda muncul saat pemeriksaan rutin, yaitu murmur atau suara tambahan pada jantung. Memang tidak semua murmur berbahaya, namun sebagian dapat menandakan kelainan struktur seperti gangguan katup atau dinding jantung. Pemeriksaan lanjutan biasanya diperlukan untuk memastikan kondisinya.

Dr. Patil menegaskan bahwa meski penyakit jantung pada anak tidak sering terjadi, kewaspadaan tetap penting. Deteksi dini dapat mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Gejala yang tampak ringan bisa saja menyimpan persoalan yang lebih dalam. Jika tanda-tanda muncul berulang atau terasa tidak biasa, pemeriksaan lebih awal adalah langkah paling masuk akal. Dalam urusan kesehatan anak, lebih cepat diketahui selalu lebih baik daripada terlambat menyadari.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE