Jepang dan Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa Dahsyat Guncang Rusia

Jepang dan Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa Dahsyat Guncang Rusia
- (Dok. The Nightly).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gempa bumi berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka di Rusia pada Rabu pagi (30/7), memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat. Guncangan hebat ini disebut sebagai salah satu yang paling kuat dalam beberapa dekade terakhir di wilayah tersebut.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada kedalaman 19,3 kilometer, tergolong dangkal, sehingga meningkatkan potensi dampaknya ke permukaan. Tak lama setelah gempa, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai 3 meter di pesisir timur dan timur laut negara itu. Gelombang setinggi 40 sentimeter terpantau di 16 lokasi mulai dari Hokkaido hingga wilayah dekat Tokyo.

Di Rusia, gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter tercatat di sejumlah wilayah pesisir Kamchatka. Warga Severo-Kurilsk, kota utama di Kepulauan Kuril, langsung dievakuasi setelah gelombang pertama menghantam pantai. Gubernur Vladimir Solodov menyebut gempa ini sebagai yang terkuat dalam beberapa dekade, meski sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Sementara itu, Amerika Serikat mengaktifkan peringatan tsunami di negara bagian Hawaii dan status waspada tsunami di sepanjang pesisir baratnya, termasuk California. Di Honolulu, warga diminta mengungsi dari daerah pesisir karena gelombang berpotensi merusak diperkirakan akan tiba. NOAA (Badan Kelautan dan Atmosfer AS) memperingatkan bahwa tsunami bisa terjadi dalam serangkaian gelombang yang berlangsung selama berjam-jam, bahkan lebih dari satu hari.

Tak hanya di Asia dan Amerika Utara, Peru dan negara-negara di Amerika Selatan seperti Ekuador dan Chile juga mengaktifkan sistem peringatan tsunami. Pihak berwenang meminta warga menjauhi pantai hingga situasi dinyatakan aman.

Gempa ini kembali mengingatkan dunia pada potensi bahaya yang datang dari kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Jepang, Rusia, dan banyak negara di sepanjang Samudra Pasifik tetap dalam kondisi siaga, menunggu perkembangan lebih lanjut sambil memantau kemungkinan gempa susulan dan gelombang tambahan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE