ChatGPT Kini Bisa 'Menolak' Jawaban! Fitur Baru Ini Bikin Siswa Harus Belajar Beneran!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bagi para pelajar yang selama ini mengandalkan ChatGPT sebagai mesin jawaban instan, bersiaplah menghadapi perubahan besar. OpenAI resmi meluncurkan fitur baru bernama Study Mode, yang dirancang bukan untuk memanjakan siswa, tapi justru mengasah kemampuan berpikir kritis mereka.
Dilansir dari Tech Crunch, Study Mode memungkinkan ChatGPT untuk menantang balik pengguna dengan pertanyaan tambahan sebelum memberikan jawaban. Bahkan dalam beberapa kasus, chatbot ini bisa menolak memberikan jawaban langsung jika pengguna dianggap kurang aktif berpikir atau hanya ingin "instan".
Fitur ini tersedia bagi seluruh pengguna, baik di paket Free, Plus, Pro, maupun Team. Dalam waktu dekat, Study Mode juga akan hadir untuk pelanggan ChatGPT Edu, yaitu pelajar yang mendapat akses melalui sekolah. Langkah ini merupakan respons OpenAI terhadap maraknya penggunaan ChatGPT oleh siswa untuk mengerjakan PR, esai, hingga ujian, yang belakangan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendidik global.
Studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT untuk menulis esai menurunkan aktivitas otak siswa, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan mesin pencari atau belajar mandiri tanpa bantuan AI.
Sejak kemunculannya pada 2022, ChatGPT sempat dilarang di banyak sekolah AS. Namun, pada 2023, tren mulai berubah: banyak sekolah memilih untuk menerima kenyataan bahwa AI akan menjadi bagian dari kehidupan belajar siswa.
Melalui Study Mode, OpenAI mencoba mengarahkan penggunaan AI ke arah yang lebih edukatif dan aktif. Fitur ini memungkinkan siswa belajar dengan lebih mendalam, bukan sekadar menyalin jawaban. Meski demikian, kelemahan tetap ada.
Fitur Study Mode masih bisa dimatikan kapan saja oleh pengguna. Artinya, siswa tetap bisa kembali ke mode biasa jika hanya ingin mendapat jawaban cepat. Bahkan, saat ini belum ada fitur kontrol orang tua atau sekolah untuk memaksa penggunaan Study Mode secara permanen.
Leah Belsky, Wakil Presiden bidang Pendidikan OpenAI, mengatakan bahwa kemungkinan hadirnya kontrol semacam itu sedang dikaji untuk masa depan.
Langkah OpenAI ini mengikuti jejak Anthropic, yang lebih dulu meluncurkan fitur serupa bernama Learning Mode untuk chatbot mereka, Claude, pada April lalu. Persaingan antar perusahaan AI kini mulai merambah dunia pendidikan, dan ini baru permulaan.
OpenAI menegaskan bahwa Study Mode adalah langkah awal dari transformasi ChatGPT menjadi alat belajar jangka panjang. Ke depan, perusahaan berencana merilis lebih banyak fitur dan data mengenai bagaimana siswa memanfaatkan AI selama proses belajar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!