Aston Martin Langgar Prosedural Cost-Cap pada F1 Musim 2024!

Aston Martin Langgar Prosedural Cost-Cap pada F1 Musim 2024!
Mobil Aston Martin yang dikemudikan Fernando Alonso. - (Dok. Motorsport/Giorgio Piola).

JAKARTA, Genvoice.id - Tim Formula 1 asal Inggris, Aston Martin Aramco F1 Team, dikonfirmasi melakukan pelanggaran prosedural terhadap regulasi cost-cap musim 2024. Meski demikian, pelanggaran tersebut bukan karena pengeluaran melebihi batas, melainkan karena kelalaian administratif yang sangat minor.

Dalam laporan resmi dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) terkait audit cost-cap 2024, ditemukan bahwa semua 10 tim F1 dan lima produsen power unit mematuhi batas pengeluaran yang ditetapkan.

Namun, Aston Martin menjadi satu-satunya tim yang tercatat melakukan pelanggaran prosedural-yakni kegagalan mengajukan dokumen audit yang ditandatangani tepat waktu sebelum batas waktu 31 Maret.

Aston Martin sendiri mengaku bahwa mereka telah menyelesaikan pengajuan dokumen yang kurang, tetapi kenalan administratif seperti tanda tangan auditor yang terlambat membuat pengajuan tak sepenuhnya sesuai prosedur.

Sesuai regulasi keuangan F1, pelanggaran prosedural (Non-Submission Breach) bisa berakibat pada pemotongan poin konstruktor dan/atau denda jika dianggap serius. Namun dalam kasus ini, karena tidak ada pembengkakan pengeluaran melebihi batas, maka bentuk pelanggaran hanya masuk kategori administratif saja.

Pengenaan cost cap (atas pengeluaran tim) merupakan salah satu upaya FIA untuk menjaga kompetisi yang lebih adil antara tim kaya dan tim yang lebih kecil. Tim-tim besar di masa lalu sering menuding bahwa tim-kompetitor memiliki daya beli yang jauh lebih besar. Dengan aturan ini, transparansi keuangan dan disiplin administratif menjadi kunci.

FIA telah menangani kasus ini melalui mekanisme "Accepted Breach Agreement" pada 29 September 2025, tanpa mengenakan denda karena tim dianggap bertindak dengan itikad baik dan tidak memperoleh keuntungan dari pelanggaran tersebut.

Meski Aston Martin tidak dikenai sanksi finansial atau poin, pengumuman pelanggaran ini tetap menjadi peringatan bahwa regulasi tersebut berlaku bukan hanya pada angka pengeluaran, tetapi juga pada proses administrasi dan audit.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE