Kiamat Air Global, Day Zero Drought Ancam 750 Juta Orang di Tahun 2100!
Day Zero Drought: Kekeringan Ekstrem Ancam 35% Wilayah Global dalam 15 Tahun
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar serius datang dari dunia sains: Kekeringan Ekstrem Global atau yang disebut 'Day Zero Drought' diprediksi ilmuwan akan mengancam 750 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2100.
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications ini menunjukkan bahwa kelangkaan air ekstrem dapat muncul di 35% wilayah rentan kekeringan dalam 15 tahun ke depan. Ancaman kelangkaan air global ini didorong oleh perubahan iklim dan konsumsi air yang meningkat. Simak proyeksi lengkap kekeringan ekstrem yang berpotensi memicu 'kiamat air' global.
Prediksi Day Zero Drought: Kiamat Air Global
Hubungan antara iklim dan ketersediaan air di Bumi sangat erat. Seiring naiknya temperatur akibat perubahan iklim, kelangkaan air ekstrem menjadi keniscayaan.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para ilmuwan mencoba memproyeksikan kapan dan di mana potensi 'Day Zero'-yaitu titik waktu ketika sebuah wilayah atau kota benar-benar kehabisan air-akan muncul.
Fenomena ini didorong oleh tekanan ganda, mulai dari curah hujan rendah hingga konsumsi air yang terus meningkat. Christian Franzke, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan bahwa hasil simulasinya sangat mengejutkan.
Ancaman dalam 15 Tahun dan Dampak Tahun 2100
Proyeksi yang dilakukan oleh Franzke dan rekannya menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan:
- Ancaman Jangka Pendek (15 Tahun ke Depan)
- Simulasi menunjukkan bahwa 35% wilayah rentan kekeringan di dunia kemungkinan besar akan mencapai titik Day Zero dalam 15 tahun ke depan.
- Wilayah yang paling terancam meliputi Mediterania, Afrika bagian Selatan, dan sebagian Amerika Utara.
- Dampak Jangka Panjang (Tahun 2100)
- Dengan skenario emisi tinggi (tidak ada perubahan signifikan dalam menjaga iklim), kekeringan ekstrem ini dapat mengancam hingga 750 juta orang di seluruh dunia.
- Sekitar dua pertiga dari populasi yang terdampak parah tinggal di area perkotaan. Populasi perkotaan di Mediterania menjadi yang paling rentan, dengan 196 juta penduduk kota terancam kesulitan air.
- Wilayah pedesaan di Asia, serta Afrika utara dan selatan, juga akan terkena dampak signifikan.
Bukan Sekadar Film Fiksi
Franzke menekankan bahwa ini adalah proyeksi, bukan ramalan pasti. Namun, kekeringan Day Zero sudah pernah terjadi di dunia nyata. Sebagai contoh, Kota Cape Town pada tahun 2018 hampir kehabisan air ketika waduk utama mereka terkuras hingga kosong.
"Kami terkejut melihat seberapa cepat hal ini dapat terjadi," ucap Franzke.
Ini adalah panggilan alarm, Gen. Mengingat ancamannya yang nyata dan dekat, penting bagi kita sebagai generasi masa depan untuk mulai lebih bijak dalam penggunaan air dan terus mendorong solusi iklim.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!