Data Terbaru: Gen Z Makin Banyak yang Gak Mau Nikah! Apa Kamu Termasuk?

Fenomena Anak Muda Ogah Menikah Jadi Sorotan, Angka Pernikahan Terjun Bebas!

Data Terbaru: Gen Z Makin Banyak yang Gak Mau Nikah! Apa Kamu Termasuk?
Ilustrasi pernikahan di Indonesia. - (Dok. pexels.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dulu, pernikahan dianggap sebagai tujuan hidup yang sakral, harus dikejar, dinanti, dan dipersiapkan matang-matang. Tapi sekarang, anak muda punya pandangan yang jauh lebih fleksibel soal hubungan.

Banyak yang memilih untuk menunda menikah, bahkan gak sedikit yang memutuskan untuk tidak menikah sama sekali! Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka pernikahan yang cukup drastis dalam 10 tahun terakhir.

Di tahun 2014, ada sekitar 2,1 juta pasangan yang menikah. Tapi fast forward ke tahun 2024, angkanya cuma 1,47 juta. Ini jadi angka terendah selama satu dekade terakhir, dengan penurunan sekitar 6,3 persen.

Kenapa bisa begitu? Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada banyak faktor yang bikin anak muda berpikir dua kali sebelum menikah. Mulai dari pendidikan yang makin tinggi, keuangan yang kurang stabil, sampai kehidupan kota yang serba dinamis membuat orang lebih memilih untuk fokus ke karier dan self-development terlebih dahulu.

"Semakin tinggi pendidikan, semakin baik kondisi finansial, dan tinggal di perkotaan, maka usia pernikahan cenderung makin mundur," jelas BKKBN.

Bukan cuma pernikahan yang semakin dikit jumlahnya, tren perceraian juga lagi naik-naiknya, Gen! Di tahun 2014, angka perceraian di Indonesia tercatat 344 ribuan kasus. Tapi di tahun 2024, jumlahnya naik jadi 394.608 kasus. Bahkan puncaknya terjadi di tahun 2022, setelah pandemi COVID-19, dengan lebih dari setengah juta kasus perceraian!

Alasannya? Banyak! Tekanan ekonomi, gaya hidup yang kurang cocok, perbedaan prinsip hidup, sampai masalah komunikasi jadi penyebab utama. Anak muda sekarang lebih realistis: kalau gak cocok, ya udah, daripada maksa meneruskan hubungan yang toxic.

Fenomena ini bikin banyak pihak mulai berpikir ulang soal cara kita memandang pernikahan. Apakah benar harus jadi tujuan hidup utama? Atau justru sekarang waktunya membuka ruang untuk definisi kebahagiaan yang lebih personal?

Satu hal yang pasti, keputusan untuk menikah atau tidak adalah hak setiap individu. Dan yang terpenting, anak muda sekarang makin sadar bahwa bahagia gak melulu soal status, tapi soal kualitas hidup yang dijalanin dengan sadar dan penuh makna. Semoga, Gen diberikan jodoh yang sebaik-baiknya ya, aamiin!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE