Siapa Pemilik Green SM? Ini Sosok Miliarder Vietnam di Balik Taksi Listrik yang Kini Jadi Sorotan Usai Insiden di Bekasi
Green SM: Pionir Taksi Listrik Vietnam yang Merambah Indonesia
JAKARTA, GENVOICE.ID -Nama perusahaan taksi Green SM mendadak jadi perbincangan publik setelah salah satu armadanya terlibat dalam kecelakaan fatal di perlintasan Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Cikarang, yang diduga bermula dari taksi listrik tersebut yang mogok di tengah rel.
Komisaris Utama PT KAI, Said Siradj, menegaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh kendaraan yang menerobos perlintasan. "Yang salah taksi yang menyeberang," ujarnya saat meninjau situasi di RSUD Bekasi.
Kecelakaan fatal tersebut membuat banyak masyarakat penasaran mengenai siapa pemilik taksi Green SM yang armadanya diduga menjadi pemicu tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang.
Ternyata, perusahaan ini merupakan bagian dari jaringan bisnis raksasa asal Vietnam yang dipimpin oleh salah satu orang terkaya di dunia. Simak profil lengkap Pham Nhat Vuong dan sepak terjang perusahaan taksi listriknya di bawah ini.
Profil Perusahaan Green SM
Taksi Green SM dioperasikan oleh PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM), sebuah penyedia jasa transportasi umum berbasis listrik asal Vietnam. Perusahaan ini dikenal sebagai pionir taksi listrik yang menggunakan armada dari VinFast, baik untuk mobil maupun sepeda motor listrik.
Green SM pertama kali meluncur di Hanoi pada April 2023, sebelum akhirnya berekspansi ke Laos, Filipina, dan resmi masuk ke pasar Indonesia (khususnya Jabodetabek) pada akhir 2024.
Sosok di Balik Green SM: Orang Terkaya di Vietnam
Pemilik sekaligus pendiri Green SM bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah Pham Nhat Vuong, miliarder yang menyandang gelar orang terkaya di Vietnam.
Berdasarkan data Forbes tahun 2026, kekayaan Pham Nhat Vuong diperkirakan mencapai lebih dari Rp586,16 triliun. Di perusahaan GSM sendiri, ia menguasai kepemilikan saham sebesar 95 persen.
Selain industri transportasi hijau, gurita bisnis Vuong mencakup berbagai sektor strategis lainnya, mulai dari real estat, retail, hingga layanan kesehatan dan perhotelan.
Tragedi di perlintasan Bekasi Timur ini menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang, terutama bagi armada transportasi publik.
Meskipun Green SM mengusung misi transportasi ramah lingkungan, insiden ini memberikan catatan kritis bagi operasional mereka di Indonesia. Kini, publik menanti langkah pertanggungjawaban dari pihak manajemen terkait dampak besar yang ditimbulkan terhadap perjalanan kereta api nasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!