Jo Soegono: Musisi Muda yang Mainkan Musik Bossa Nova sampai Samba
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Jo Soegono mulai mencuri perhatian sebagai salah satu talenta muda yang berani keluar dari arus utama industri musik Indonesia. Di usia 22 tahun, ia menghadirkan warna berbeda lewat eksplorasi musik Brazil seperti samba, bossa nova, hingga samba rock-genre yang masih jarang digarap musisi Tanah Air saat ini.
Perjalanan musikal Jo terbilang unik. Ia tidak langsung terjun ke warna musik Latin, melainkan sempat mendalami hip hop sebelum akhirnya menemukan ketertarikan pada musik era 1970-an asal Brazil. Ketertarikan ini berkembang saat ia berdiskusi dan bereksperimen bersama seorang sahabat yang memiliki pengalaman studi di Belanda. Dari sana, Jo mulai menggali referensi musik samba hingga bossa nova, lalu mengolahnya menjadi identitas musikalnya sendiri.
Eksplorasi tersebut kemudian bermuara pada album debutnya yang bertajuk PROF JO. Album ini memuat sembilan lagu yang mengangkat tema cinta dan dinamika kehidupan, dibalut dengan nuansa samba rock yang khas. Karya tersebut menjadi kelanjutan dari EP yang lebih dulu ia rilis pada November 2023, sekaligus mempertegas arah musik yang ingin ia bangun.
Menariknya, Jo mengambil peran besar dalam proses kreatif album tersebut. Hampir seluruh produksi dikerjakannya secara mandiri, mulai dari penulisan lagu hingga pengolahan aransemen. Setelah bergabung dengan label PLP pada September 2025, beberapa materi dalam album itu kemudian melalui tahap penyempurnaan ulang. Ia juga sempat mendapat dukungan dari Viki dalam proses mastering.
Eksistensi Jo di panggung musik juga terus berkembang. Ia telah tampil di sejumlah festival besar seperti We The Fest dan Synchronize Fest, memperkenalkan gaya bermusiknya kepada audiens yang lebih luas.
Memasuki tahun 2026, Jo kembali merilis karya baru berjudul Kasi Kasi Kasi. Lagu yang dirilis pada 10 April 2026 ini menjadi pembuka dari rangkaian proyek musiknya sepanjang tahun. Berbeda dari album sebelumnya yang kental dengan samba rock, single ini mengusung pendekatan yang lebih ringan dengan sentuhan latin pop, latin jazz, dan bossa nova.
Secara lirik, lagu tersebut berbicara tentang kerinduan dan kebutuhan akan afeksi sederhana. Ide kreatifnya muncul dari pengalaman personal Jo saat mendengarkan lagu Cinta Sampai Mati milik Kangen Band, yang kemudian ia olah menjadi karya dengan nuansa hangat dan repetitif.
"Kasi Kasi Kasi" menonjolkan penggunaan hook yang sederhana namun mudah diingat, menciptakan pengalaman mendengarkan yang intim. Aransemen minimalis dengan groove santai semakin memperkuat karakter musik Jo yang kini semakin matang.
Dengan konsistensi dalam mengeksplorasi musik lintas genre dan keberanian mengangkat kembali warna musik lama ke dalam konteks modern, Jo Soegono perlahan membangun posisinya sebagai musisi muda dengan identitas yang kuat. Langkahnya ke depan diprediksi akan semakin menarik, seiring eksplorasi musikal yang terus ia kembangkan.
Jo Soegono: Musisi Muda yang Mainkan Musik Bossa Nova sampai Samba
0 Comments
- Prediksi Susunan Pemain Jepang vs Belanda di Fase Grup Piala Dunia 2026: Koeman Dilema Pilih Summerville atau Memphis De...
- Program MBG Libur Selama Masa Sekolah Kosong, BGN Hentikan Penyaluran hingga Juli
- Jelang Laga Perdana Piala Thomas 2026, Fajar Alfian Minta Debutan Tetap Tenang dan Tak Terbebani
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!