JAKARTA, GENVOICE.ID - Sepak bola modern terus berubah, tapi satu aturan dasar seharusnya tak pernah goyah: dua kartu kuning berarti kartu merah.
Namun, laga uji coba antara England national team melawan Uruguay national team di Wembley justru mengguncang logika tersebut.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, gelandang Manuel Ugarte menjadi pusat kontroversi. Ia terlihat menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan situasi yang seharusnya otomatis berujung kartu merah. Namun anehnya, Ugarte tetap berada di lapangan.
Insiden bermula saat Ugarte melakukan pelanggaran terhadap Cole Palmer dan mendapat kartu kuning pertama. Beberapa menit kemudian, ia kembali diganjar kartu kuning usai terlibat protes kepada wasit. Tapi alih-alih diusir, ia tetap bermain seperti tidak terjadi apa-apa.
Kebingungan pun langsung menyebar, baik di stadion maupun di siaran langsung. Banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit Sven Jablonski yang dinilai tidak konsisten.
Penjelasan kemudian datang, meski justru menambah polemik. Disebutkan bahwa kartu kuning kedua tersebut "dibatalkan" atau terjadi kesalahan identitas bahkan ada klaim bahwa kartu pertama sebenarnya bukan untuk Ugarte, melainkan pemain lain.
Situasi ini makin pelik karena pertandingan tersebut sudah menggunakan teknologi Video Assistant Referee. Namun sesuai aturan saat ini, VAR memang tidak bisa mengintervensi kartu kuning, kecuali dalam kasus salah identitas pemain.
Akibatnya, keputusan kontroversial itu tetap berdiri-dan Ugarte lolos dari kartu merah yang seharusnya ia terima.
Insiden ini langsung memicu kritik luas, termasuk dari pelatih Inggris Thomas Tuchel yang menyoroti inkonsistensi pengambilan keputusan wasit sepanjang laga.
Menariknya, kejadian ini datang di momen ketika IFAB sedang mempertimbangkan perluasan peran VAR, termasuk untuk meninjau kartu kuning kedua. Jika aturan itu sudah berlaku, kemungkinan besar situasi seperti ini tidak akan terjadi.
Kini, insiden Ugarte menjadi contoh nyata bahwa di tengah modernisasi sepak bola, celah aturan masih bisa memunculkan keputusan yang membingungkan bahkan dalam hal yang paling mendasar sekalipun.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!