Parah! Penjual Es Gabus Ini Difitnah, Terima Tendangan dan Pukulan dari Aparat Hingga Membuatnya Trauma
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua oknum yang diduga terlibat dalam fitnah hingga pengeroyokan kepada kakek penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta pada Sabtu, (24/1), membuat publik heboh.
Dari berita yang telah beredar, diceritakan bahwa dua oknum aparat tersebut melakukan fitnah kepada Sudrajat, kakek yang menjual es gabus. Kedua oknum tersebut menyudutkan Sudrajat dengan membuat narasi seolah es yang dijual si kakek menyimpan zat yang berbahaya, yaitu spons. Tersebar juga cuplikan video yang berisikan adegan ketika dua oknum tersebut sedang "menindak" sang penjual es gabus tersebut.
Menurut pengakuan Sudrajat, awalnya kedua oknum tersebut mengaku tertarik dan ingin membeli hasil dagangannya. Setelah membeli es tersebut, dua oknum tadi langsung "membejek-bejek" es yang dijual oleh Sudrajat, tanpa mengetahui bahwa es tersebut merupakan dagangan es yang jadul.
"Dipanggil (pas) keliling. Panggil dua orang. Dia beli es kue. Dia belum tau itu es jadul, dibejek-bejek aja sama polisi jadi kayak es bedak," kata dia dikutip dari tayangan YouTube, Rabu 28 Januari 2026.
Sudrajat juga mengaku dirinya diinterogasi terkait barang dagangannya. Meskipun tertekan atas pertanyaan dari kedua aparat tersebut, Sudrajat tetap mengelak bahwa dagangan yang ia jual ini tidak membahayakan dan murni es asli.
"Ini ngambil dimana semuanya. Saya bilang deket dari depok. Tapi bukan es basi itu es beneran. Diperiksa tapi itu es asli, es kue, es jadul," kata dia.
Selain memfitnah Sudrajat, dua oknum tersebut juga melakukan tindakan fisik. Penjual es jadul itu harus mengalami pukulan hingga sabetan selang yang ditimpakan untuk dirinya. Selain itu, dua oknum aparat tersebut memaksa kakek penjual es gabus itu untuk berdiri dengan satu kaki sebagai hukuman atas apa yang dilakukannya. Ini yang membuat publik geram dan heboh.
"Saya ditonjok pakai cincin, dipukul, diinjek-injek. Kaki diangkat-angkat semua diangkat-angkat. Saya disabet pake selang air," kata dia.
Dari pengalaman yang kurang mengenakan tersebut, Sudrajat mengaku dirinya trauma dan takut mati. Bahkan, setelah terjadi insiden itu, kakek yang berdagang es gabus ini mengaku tidak berjualan lagi karena takut hal serupa kembali terjadi.
"Iya (trauma). Udah tiga hari enggak (jualan). Saya takutnya diincar, takut saya dikeroyokin mati. Saya takut digebuk lagi gimana, takut," kata dia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!