Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Fakta Di Balik Video Viral Penjual Di Kemayoran Akhirnya Terungkap!

Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Fakta Di Balik Video Viral Penjual Di Kemayoran Akhirnya Terungkap!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan sama berita yang bener-bener bikin geger soal jajanan legendaris, yaitu es gabus, Gen. Keramaian ini bermula saat seorang pedagang kecil bernama Sudrajat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, tiba-tiba dituduh menjual es yang terbuat dari bahan spons berbahaya. Video tuduhan tersebut langsung menyebar dengan sangat cepat sampai bikin publik resah dan takut buat jajan es tradisional lagi. Padahal, es gabus sendiri adalah pahlawan nostalgia yang sudah menemani masa kecil lintas generasi, mulai dari era 80-an sampai 90-an.

Bayangin saja, gara-gara satu video yang belum jelas kebenarannya, reputasi kuliner jadul yang punya tekstur kenyal unik ini langsung terancam hancur di mata masyarakat. Namun, drama yang sempat bikin panas ini akhirnya menemui titik terang setelah pihak berwenang turun tangan buat ngelakuin investigasi mendalam. Hasilnya ternyata mengejutkan sekaligus melegakan banyak orang yang selama ini sudah terlanjur bersimpati sama nasib Sudrajat. Setelah dilakukan tes laboratorium yang ketat, semua tuduhan miring itu dipastikan cuma salah paham alias hoaks yang nggak berdasar sama sekali, Gen.

Buat kamu yang mungkin belum tahu, es gabus itu aslinya dibuat dari bahan-bahan yang aman banget, yaitu tepung hunkwe, santan, gula, dan pewarna makanan alami. Teksturnya yang empuk kayak busa atau gabus pas digigit itulah yang sebenernya jadi ciri khas dan alasan kenapa es ini dinamain es gabus. Sejarahnya pun panjang banget, konon sudah ada sejak zaman kolonial dan dipengaruhi budaya Tionghoa sebelum akhirnya jadi idola anak-anak sekolah zaman dulu.

Setelah video tuduhan itu viral, polisi nggak tinggal diam dan langsung bawa sampel dagangan Pak Sudrajat ke tim medis. Hasil pemeriksaan menyeluruh dari Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan kalau es tersebut layak makan dan sama sekali nggak mengandung polyurethane foam atau bahan spons sintetis kayak yang dituduhin.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta.

Gara-gara kegaduhan ini, aparat yang tadinya sempat ikut menuding Sudrajat tanpa bukti kuat akhirnya sadar kalau mereka sudah terburu-buru. Lewat sebuah video berdurasi empat menit yang dirilis Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa, 27 Januari 2026 kemarin, pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat secara jantan meminta maaf kepada publik dan penjual.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video tersebut.

Kini, setelah namanya bersih, Sudrajat bisa kembali jualan tanpa rasa takut. Kasus ini jadi pelajaran berharga buat kita semua biar nggak gampang percaya sama konten viral yang belum teruji faktanya. Es gabus tetap jadi jajanan aman yang wajib kita lestarikan di tengah gempuran es krim modern atau gelato kekinian.

Menurut Gen, kenapa ya konten-konten tuduhan kayak gini gampang banget viral dibandingin klarifikasinya?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE