Intel Pangkas Proyek Rp450 Triliun dan PHK 15 Karyawan! CEO Baru Beberkan Alasan Mengejutkan

Intel Pangkas Proyek Rp450 Triliun dan PHK 15 Karyawan! CEO Baru Beberkan Alasan Mengejutkan
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Raksasa teknologi Intel mengambil langkah drastis dengan menghentikan sejumlah proyek manufaktur di Eropa dan menunda mega proyek pabrik chip senilai 28 miliar dolar AS (sekitar Rp455 triliun) di Ohio, Amerika Serikat. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi besar-besaran di bawah komando CEO baru, Lip-Bu Tan.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua yang dilansir TechCrunch pada Jumat (25/7), Intel menyatakan akan menghentikan pengembangan fasilitas perakitan dan pengujian chip di Polandia, serta menghentikan pembangunan pabrik chip di Jerman, yang telah ditunda sejak 2024.

"Investasi kapasitas yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir ternyata jauh melebihi permintaan dan cenderung tidak bijaksana serta berlebihan," ujar Lip-Bu Tan.

Tan, yang resmi menjabat sebagai CEO sejak Maret 2025, menegaskan bahwa strategi baru Intel akan berfokus pada penambahan kapasitas berbasis permintaan nyata, bukan spekulasi pertumbuhan.

Jejak pabrik kami menjadi terlalu terfragmentasi. Ke depan, pengeluaran modal hanya akan dilakukan berdasarkan komitmen volume yang konkret," tambahnya.

Tak hanya di Eropa, Intel juga kembali menunda proyek pabrik chip raksasa di Ohio yang awalnya dijadwalkan mulai beroperasi pada 2025. Ini merupakan penundaan kedua setelah sebelumnya juga sempat tertunda pada Februari.

Intel juga mengumumkan langkah konsolidasi operasi pengujian chip di Kosta Rika, yang akan dipusatkan ke dua negara Asia: Vietnam dan Malaysia. Langkah ini menandai pergeseran signifikan fokus manufaktur Intel ke kawasan Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari upaya efisiensi, Intel juga mengonfirmasi telah melakukan pemangkasan tenaga kerja sekitar 15%, dengan target mengakhiri 2025 dengan jumlah karyawan sekitar 75.000 orang.

Divisi Intel Foundry, yang melayani desain dan manufaktur chip untuk klien eksternal, menjadi salah satu unit yang terdampak paling besar. Pada Juni, Intel mengumumkan akan merumahkan 15-20% karyawan dari divisi ini.

Data dari laporan tahunan ke SEC menunjukkan bahwa jumlah karyawan Intel telah menurun drastis dari 124.800 orang pada akhir 2023 menjadi 108.900 orang di akhir 2024.

Lip-Bu Tan, sosok veteran industri semikonduktor yang dikenal sebagai investor teknologi ulung, membawa arah baru bagi Intel yang disebut sebagai upaya "membersihkan dan merampingkan organisasi."

"Kami telah mulai membangun organisasi yang bersih dan ramping. Fokus utama saya di kuartal ketiga adalah mengurangi inefisiensi, menyingkirkan duplikasi, dan meningkatkan akuntabilitas di setiap tingkatan," tegas Tan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE