JAKARTA, GENVOICE.ID - Perbedaan sikap mulai terlihat antara Amerika Serikat dan Israel dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran.
Laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, menyebutkan bahwa ketegangan ini berpusat pada tiga isu krusial yang belum menemukan titik temu.
Tiga poin utama yang menjadi sumber perbedaan adalah masa depan program rudal balistik Iran, mekanisme transfer uranium yang telah diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional, serta wacana pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Di tengah kebuntuan ini, Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal 15 poin kepada Iran melalui jalur mediasi Pakistan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah gencatan senjata sementara selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi.
Dari pihak Iran, sinyal respons sudah diberikan. Mengutip laporan kantor berita Tasnim, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan jawabannya melalui mediator. Isi tuntutan Iran cukup tegas: penghentian seluruh serangan, jaminan tidak akan ada perang lanjutan, kompensasi atas kerugian, serta pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Namun, dinamika politik di dalam aliansi sendiri justru memperumit situasi. Sumber di Israel menyebut pembicaraan dengan AS masih berlangsung dan proposal yang ada kemungkinan besar akan diubah. Ada pula kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump akan mendorong skema gencatan senjata sementara demi membuka jalur diplomasi-langkah yang tidak sepenuhnya sejalan dengan kepentingan Israel.
Sementara itu, eskalasi konflik di lapangan masih terus terjadi. Sejak 28 Februari, serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di Iran, termasuk Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta target yang terkait dengan kepentingan militer AS di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Dengan perbedaan kepentingan yang semakin terbuka dan tuntutan Iran yang tinggi, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih penuh tanda tanya. Situasi ini menunjukkan bahwa akhir konflik bukan hanya bergantung pada negosiasi dengan Iran, tetapi juga pada soliditas posisi antara sekutu utama seperti AS dan Israel.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!