Update BPOM Ramadan 2026: Ciri-Ciri Takjil Mengandung Boraks dan Pewarna Tekstil yang Wajib Dihindari
Hasil Sidak BPOM 2026: Ancaman Bahan Kimia di Balik Kesegaran Takjil
JAKARTA, GENVOICE.ID - Memasuki bulan suci Ramadan, berburu takjil menjadi momen yang paling dinantikan.
Namun, Gen perlu waspada karena baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkap ciri takjil berbahaya yang berisiko mengandung bahan kimia seperti boraks, formalin, hingga pewarna tekstil.
Temuan di lapangan menunjukkan adanya penggunaan Rhodamin B pada kudapan berbuka yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker serta kerusakan organ hati. Agar ibadah puasa tetap sehat, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri takjil mengandung bahan berbahaya yang sering dijajakan di pasar musiman.
Simak panduan lengkap dari BPOM berikut ini untuk melindungi keluarga kamu dari ancaman pangan yang tidak aman!
Bahan Berbahaya dalam Takjil
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah penggunaan Rhodamin B pada kerupuk. Zat pewarna sintetis untuk industri tekstil ini bersifat:
-
Toksik: Beracun bagi tubuh.
-
Karsinogenik: Berpotensi memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
-
Merusak Organ: Berisiko menyebabkan kerusakan serius pada hati dan ginjal, serta iritasi saluran pernapasan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengimbau agar pedagang hanya menjual produk yang memenuhi standar keamanan pangan. Di sisi lain, pembeli diminta untuk tidak mudah tergiur oleh tampilan makanan yang mencolok.
Kenali Ciri-Ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya
Berdasarkan panduan BPOM, berikut adalah tanda-tanda takjil yang diduga mengandung formalin, boraks, atau pewarna tekstil (Rhodamin B & Methanil Yellow):
-
Warna Terlalu Mencolok: Terutama warna merah atau kuning yang terlihat sangat terang/tajam (seperti warna neon).
-
Pewarnaan Tidak Merata: Terdapat gumpalan warna atau titik-titik warna yang tidak tersebar rata pada makanan.
-
Tekstur Sangat Kenyal: Makanan (seperti mi atau bakso) terasa sangat kenyal, elastis, dan tidak mudah hancur, namun tidak lengket secara wajar.
-
Tampilan Mengkilap: Permukaan makanan terlihat sangat mengkilap atau berminyak secara tidak alami.
-
Aroma Menyengat: Tercium bau tajam seperti obat, bahan kimia, atau aroma sabun, bukan aroma alami makanan.
-
Meninggalkan Rasa Gatal: Setelah dimakan, muncul rasa pahit yang tertinggal atau tenggorokan terasa gatal/serak.
-
Sangat Awet (Tidak Mudah Basi): Makanan tetap terlihat segar dan tidak berlendir meskipun sudah disimpan selama 1 hingga 2 hari di suhu ruang.
-
Dijauhi Lalat: Karena mengandung bahan kimia beracun, lalat biasanya tidak mau menghinggapi makanan tersebut.
Tips Belanja Takjil Aman
-
Cek Kesegaran: Pilih takjil yang terlihat segar secara alami, bukan karena tambahan bahan pengkilap.
-
Hindari Warna "Neon": Warna yang terlalu terang biasanya menjadi indikasi penggunaan pewarna non-makanan.
-
Perhatikan Kebersihan: Pastikan tempat berjualan bersih dan makanan tertutup rapat.
Kesehatan adalah aset paling berharga, terutama saat menjalankan ibadah di bulan suci. Dengan mengenali ciri-ciri fisik takjil yang mencurigakan, seperti warna yang terlalu mencolok atau aroma menyengat, kita bisa lebih bijak dalam memilih kudapan berbuka yang aman.
Jangan hanya tergiur oleh tampilan yang cantik dan harga murah, karena risiko jangka panjangnya sangat berbahaya bagi tubuh. Mari jadi konsumen yang cerdas dan dukung para pedagang untuk selalu mengutamakan keamanan pangan. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan penuh berkah!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!