Puasa di Australia Tak Mudah! Eizar Tanjung Tetap Tampil Ganas Bareng Sydney FC Meski Ramadan

Puasa di Australia Tak Mudah! Eizar Tanjung Tetap Tampil Ganas Bareng Sydney FC Meski Ramadan
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjadi pesepak bola profesional sambil menjalani ibadah puasa di negara minoritas Muslim bukan perkara ringan.

Hal itu dirasakan langsung oleh Eizar Tanjung, pemain keturunan Australia-Indonesia yang kini membela Sydney FC.

Dalam wawancara eksklusif, Eizar mengakui Ramadan menjadi periode paling menantang sepanjang musim kompetisi. Ia tetap harus menjalani latihan intens dan pertandingan reguler, di saat mayoritas rekan setimnya tidak berpuasa.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi soal menjaga performa di tengah persaingan ketat. Di Australia, jumlah pemain Muslim terbilang sedikit. Sementara pemain lain bisa makan, minum, menjaga hidrasi, dan memenuhi kebutuhan nutrisi sepanjang hari.

Eizar menyadari kondisi fisik pemain yang tidak berpuasa tentu lebih prima. Namun ia memilih melihat Ramadan dari sisi berbeda. Ia tetap datang latihan, tetap bermain, dan tetap berjuang di lapangan. Bahkan, ia merasa performanya justru meningkat saat bulan suci.

Baginya, Ramadan menjadi momen untuk lebih dekat dengan Tuhan sekaligus memperkuat mental bertanding. Ia menyebut bulan puasa membantunya tampil maksimal, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Salah satu momen yang paling menarik adalah rutinitas berbukanya saat hari pertandingan. Eizar mengungkapkan bahwa ia berbuka puasa tepat sebelum kick off. Sesaat sebelum berjalan ke lapangan, ia mengonsumsi kurma dan pisang, lalu minum gel energi serta minuman isotonik.

Ia mengaku benar-benar menghabiskan makanan dan minuman tersebut sebelum pertandingan dimulai. Bermain dengan perut terisi setelah seharian berpuasa menjadi sensasi tersendiri baginya, dan ia merasa tubuhnya tetap bisa merespons dengan baik.

Kisah Eizar menunjukkan bahwa menjalani karier profesional di luar negeri sambil mempertahankan komitmen ibadah memang penuh tantangan. Namun dengan disiplin, strategi nutrisi yang tepat, dan kekuatan mental, Ramadan bukan menjadi penghalang, melainkan justru sumber motivasi tambahan di lapangan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE