Meta Ngebet Ikut Jual-Beli Listrik demi Penuhi "Nafsu" Pusat Data AI-nya

Meta Ngebet Ikut Jual-Beli Listrik demi Penuhi "Nafsu" Pusat Data AI-nya
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Meta ternyata nggak cuma sibuk membangun dunia virtual dan mengembangkan AI. Perusahaan teknologi raksasa itu kini siap terjun ke bisnis perdagangan listrik.

Langkah ini diambil buat mempercepat pembangunan pembangkit baru yang bakal jadi "urat nadi" pusat data mereka.

Menurut laporan TechCrunch yang mengutip Bloomberg, Meta-barengan dengan Microsoft-lagi mengajukan izin federal supaya bisa ikut berdagang listrik. Ini bukan langkah iseng. Meta butuh cara biar mereka bisa bikin komitmen jangka panjang untuk membeli listrik dari pembangkit baru. Dengan punya izin jual-beli, mereka juga bisa menjual kembali sebagian daya kalau sewaktu-waktu kelebihan pasokan di pasar energi.

Urvi Parekh, Kepala Energi Global Meta, bilang kalau para pengembang pembangkit sekarang mau kepastian soal keseriusan konsumen besar seperti perusahaan teknologi. Meta pun merasa perlu turun tangan lebih jauh buat "menggedor" sistem karena tanpa itu, penambahan kapasitas daya bakal berjalan lambat.

Kebutuhan listrik ekstra ini bukan hal sepele. Untuk pusat data Meta di Louisiana aja, Bloomberg mencatat setidaknya butuh tiga pembangkit listrik bertenaga gas baru. Bayangin betapa besar energi yang dibutuhkan buat menopang teknologi AI yang terus berkembang.

Meta nggak tinggal diam. Mereka sudah mengamankan tiga kesepakatan baru buat memperoleh suplai hingga 1 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga surya. Langkah ini jadi bagian dari upaya menyiapkan cadangan energi ramah lingkungan buat pusat data yang makin lapar daya.

Sebelumnya, Meta juga sudah membeli 600 megawatt listrik dari pembangkit surya skala besar di dekat Lubbock, Texas. Pembangkit itu ditargetkan bakal mulai beroperasi penuh pada 2027.

Dengan semua gerakan agresif ini, satu hal jelas: demi AI dan pusat data masa depan, Meta siap "main langsung" di dunia energi.

 
 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE