Perang Rusia Ukraina Hampir Berakhir Kata Trump: AS Klaim Sudah Dekat dengan Kesepakatan Damai
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam momen santai acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Trump tiba-tiba mengungkap bahwa pemerintahan yang ia pimpin sudah berada di tahap akhir untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina. Klaim ini langsung menjadi sorotan dunia internasional, Gen, karena konflik tersebut telah berlangsung lebih dari dua tahun dan belum pernah mendekati kata selesai.
Trump menyebut bahwa proses negosiasi belakangan ini menunjukkan kemajuan besar. Ia bahkan menegaskan pemerintahannya sudah menghentikan delapan konflik dalam sembilan bulan masa jabatan, dan kini perang Rusia-Ukraina menjadi target berikutnya.
"Saya telah mengakhiri delapan perang dalam sembilan bulan, dan kami sedang mengupayakan perang terakhir itu. Tidak mudah, tapi saya rasa kita akan sampai," kata Trump saat memberikan sambutan.
Tidak hanya itu, Trump mengklaim bahwa dalam satu bulan terakhir, sekitar 25.000 tentara menjadi korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia percaya jalur damai kini semakin terbuka.
"Saya pikir kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan. Saya kira perang itu akan selesai lebih cepat, tapi saya rasa kita membuat kemajuan dalam waktu kurang dari setahun," tambahnya.
Pernyataan Trump sejalan dengan informasi dari Gedung Putih yang sebelumnya menyampaikan bahwa AS sedang berada pada fase penting dalam proses penyusunan perjanjian damai. Meski begitu, mereka mengakui masih ada poin sensitif yang butuh diskusi tambahan.
Juru Bicara Karoline Leavitt menyebut: "Ada beberapa rincian penting, namun tidak tak teratasi, yang harus diselesaikan dan membutuhkan pembicaraan lebih lanjut antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat."
Sejumlah pertemuan pun terus dilakukan. Pada Minggu lalu, perwakilan AS dan Ukraina bertemu di Jenewa untuk membahas proposal perdamaian terdiri dari 28 poin. Pertemuan itu menghasilkan kerangka baru yang digambarkan sebagai versi yang "diperbarui dan diperhalus."
Meski proposal awal sempat memicu kekhawatiran di Kyiv dan negara pendukung Ukraina lainnya, Presiden Volodymyr Zelenskyy menjelaskan bahwa setelah negosiasi, rancangan rencana dari AS kini memiliki "lebih sedikit poin" dan mencakup "banyak elemen yang tepat."
Tak hanya itu, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov memastikan bahwa pihaknya dan Washington sudah mencapai "kesepahaman bersama" mengenai inti rencana damai tersebut. Umerov turut menambahkan bahwa Ukraina berharap dalam waktu dekat Zelenskyy bisa melakukan kunjungan resmi ke AS guna memfinalisasi proses ini dan membuat kesepakatan langsung dengan Trump.
Dengan berbagai perkembangan cepat ini, dunia kini menunggu apakah pernyataan Trump benar-benar jadi langkah awal menuju akhir dari salah satu konflik terbesar abad ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!