Konsumen Curhat, BYD Sealion 7 Baru Sebulan Sudah Bermasalah

Konsumen Curhat, BYD Sealion 7 Baru Sebulan Sudah Bermasalah
- (Dok. Oto).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar kurang mengenakkan datang dari pasar mobil listrik Indonesia. Salah satu konsumen mengaku kecewa dengan BYD Sealion 7, SUV listrik terbaru dari raksasa otomotif asal Tiongkok, Build Your Dreams (BYD). Pasalnya, unit yang baru dibeli justru mengalami sejumlah masalah serius, mulai dari bunyi-bunyian aneh hingga kehilangan tenaga saat dikendarai.

Keluhan itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @jamjamanshop. Dalam ceritanya, ia membeli BYD Sealion 7 di dealer BYD Arista Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, bulan lalu. Namun hanya berselang beberapa hari setelah serah terima, terdengar bunyi mengganggu dari bagian depan mobil.

Pemilik kendaraan kemudian menjadwalkan servis di bengkel BYD Arista Puri. Saat dalam perjalanan ke bengkel pada 8 Agustus, masalah lebih serius muncul. "Tiba-tiba keluar tulisan battery vehicle limited. Mobil juga kehilangan tenaga waktu saya mau nyalip di jembatan. Jadi benar-benar bahaya," ungkapnya, dikutip dariDetik, Selasa (26/8).

Setelah diperiksa, pihak bengkel menyatakan baterai mobil rusak dan harus diganti. Proses perbaikan memakan waktu sekitar delapan hari. Konsumen sempat meminta penggantian unit baru, mengingat mobil masih berusia sebulan, namun dealer menolak dan hanya melakukan pergantian baterai. Ironisnya, setelah mobil selesai diperbaiki, muncul keluhan baru: head unit disebut terpasang tidak presisi dan dashboard jadi tidak rata.

Dalam unggahannya, sang pemilik merinci kronologi pengalaman buruknya: mulai dari serah terima unit pada 12 Juli, muncul bunyi HUD sehari setelahnya, hingga kerusakan baterai pada awal Agustus. Keluhan itu pun menuai perhatian warganet dan memicu diskusi soal kualitas mobil listrik yang sedang naik daun di Indonesia.

Menanggapi laporan tersebut, Luther Pandjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, mengonfirmasi pihaknya sudah mengetahui kasus ini. "Saat ini sudah ditangani langsung oleh tim aftersales dealer kami. Konsumen adalah prioritas utama BYD, sehingga setiap keluhan akan kami respon dengan pelayanan cepat dan prima," ujarnya.

Meski kasus ini bersifat individual, pengalaman tersebut menjadi sorotan mengingat BYD tengah mendominasi pasar mobil listrik Tanah Air. Dari Januari hingga Juli 2025, BYD tercatat menjual lebih dari 22 ribu unit di Indonesia. Namun, cerita konsumen ini bisa menjadi alarm bagi produsen untuk memastikan kualitas produk dan layanan purna jual tetap terjaga.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE