Heboh! Ratusan Karyawan Tokopedia Kena PHK, Ini Alasan yang Disembunyikan TikTok
Efisiensi Pasca-Merger: Tokopedia Pangkas 420 Karyawan, Apa Kata TikTok?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar panas dari dunia e-commerce Indonesia. Platform kesayangan kita, Tokopedia, dikabarkan lagi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya.
Isu ini sudah santer beredar di mana-mana, dan kabarnya, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak dalam dua bulan terakhir. Banyak kan Gen?
Publik pun penasaran, apa yang sebenarnya terjadi? Menanggapi isu yang beredar, juru bicara TikTok akhirnya angkat bicara. Mereka tidak secara gamblang mengatakan ada PHK, tapi hanya mengatakan kalau langkah ini adalah bagian dari "evaluasi rutin bisnis".
"Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memperkuat organisasi kami serta memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna," ujar juru bicara TikTok.
Kedengarannya sih halus ya Gen, tapi dari sini kita bisa tahu kalau memang ada restrukturisasi besar-besaran di internal Tokopedia.
Ratusan Karyawan Terdampak, Divisi IT dan Gudang Paling Kena
Menurut laporan, gelombang PHK ini terjadi dalam dua gelombang. Di bulan Juli lalu, 180 karyawan sudah lebih dulu kena. Nah, di bulan Agustus ini, angkanya melonjak lagi! Ada sekitar 240 orang yang harus meninggalkan perusahaan. Kalau ditotal, udah 420 orang yang terdampak.
Pemangkasan ini kabarnya menyentuh berbagai divisi. Dari mulai tim teknologi informasi (IT), customer care, sampai tim fulfillment dan gudang. Divisi-divisi ini memang vital banget di bisnis e-commerce, jadi pemangkasan ini pasti ada alasannya.
Meski diterpa isu kurang sedap, TikTok tetap menegaskan komitmennya di pasar Indonesia. Mereka mengatakan akan terus berinvestasi di Tokopedia sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Tapi, ya, kita juga tahu, ketika dua raksasa seperti Tokopedia dan TikTok Shop bergabung, efisiensi pasti jadi prioritas utama.
Langkah Tokopedia melakukan efisiensi ini menjadi pengingat bahwa merger besar selalu membawa tantangan dan restrukturisasi. Meskipun TikTok berkomitmen untuk terus berinvestasi, masa depan para karyawan lainnya tetap menjadi pertanyaan.
Kita akan terus menanti kabar terbaru dari kedua raksasa e-commerce ini, apakah gelombang PHK ini akan berlanjut atau menjadi langkah terakhir dalam menyambut era baru di pasar Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!