Dari Peta 1907 Sampai Ranjau Darat 2025, Konflik Thailand vs Kamboja Belum Juga Tamat

Ketegangan Perbatasan Thailand dan Kamboja Memanas Lagi di 2025, Warisan Konflik Seabad Lebih

Dari Peta 1907 Sampai Ranjau Darat 2025, Konflik Thailand vs Kamboja Belum Juga Tamat
Tentara Kamboja berjaga di area perbatasan usai bentrokan militer dengan Thailand yang kembali memanas sejak Mei 2025 dan menewaskan satu prajurit Kamboja. - (Dok. straitstimes.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau Gen berpikir konflik Thailand-Kamboja ini baru-baru aja muncul, kamu salah besar. Ketegangan di wilayah perbatasan antara dua negara Asia Tenggara ini sudah berlangsung lebih dari satu abad! Dan sekarang, situasinya kembali memburuk.

Baru-baru ini, sejak Kamis 24 Juli 2025, wilayah perbatasan antara Provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja) jadi titik panas. Bahkan, menurut laporan The Guardian, belasan korban jiwa telah dilaporkan dan warga sipil mulai dievakuasi.

Jika ditelusuri sejarahnya, sengketa ini bermula dari sebuah peta yang dibuat Prancis tahun 1907 waktu mereka menjajah Kamboja. Peta itu jadi sumber kebingungan dan saling klaim antara dua negara. Thailand merasa beberapa wilayah itu milik mereka, begitu pula sebaliknya dari pihak Kamboja.

Konflik nggak cuma soal peta, tapi juga kuil-kuil kuno yang dianggap sakral oleh kedua negara. Sepanjang 2008-2011, perang kecil-kecilan pecah beberapa kali, dan tahun 2011 jadi momen paling mematikan ketika pertempuran memakan 15 nyawa dan bikin puluhan ribu orang pada akhirnya mengungsi.

Flash forward ke 2025, ketegangan memuncak lagi nih Gen. Bermula dari seorang tentara Kamboja tewas di akhir Mei. Beberapa minggu kemudian, Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menghubungi Hun Sen (pemimpin de facto Kamboja) untuk meredakan ketegangan. Tapi justru malah jadi bumerang!

Komentarnya di rekaman telepon yang diunggah Hun Sen dianggap terlalu lembek dan meremehkan militer Thailand sendiri. Warganet pun mengamuk, anggota parlemen protes, dan akhirnya Mahkamah Konstitusi Thailand menangguhkannya dari jabatan pada 1 Juli 2025.

Masih belum selesai, pada 23 Juli, seorang tentara Thailand kehilangan kaki gara-gara ranjau darat. Thailand langsung bereaksi dengan ditariknya duta besar dan hubungan diplomatik diturunkan.

Konflik Thailand-Kamboja tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa sejarah masa lalu masih membayangi hubungan dua negara bertetangga tersebut. Sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lebih dari satu abad ini bukan hanya soal wilayah, tapi juga identitas, budaya, dan politik dalam negeri masing-masing.

Kita doakan agar kedua negara bisa menemukan solusi damai demi keamanan rakyat sipil yang terus terdampak.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE