Manfaat Keju Untuk Kesehatan Otak, Camilan Enak Yang Ternyata Ampuh Turunkan Risiko Demensia

Manfaat Keju Untuk Kesehatan Otak, Camilan Enak Yang Ternyata Ampuh Turunkan Risiko Demensia
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sih yang nggak suka keju? Bahan makanan yang satu ini emang juara banget kalau urusan manjain lidah, mulai dari jadi topping martabak, isian roti, sampai pelengkap pasta yang creamy. Tapi tahu nggak sih, di balik rasanya yang gurih dan nagih, keju ternyata punya rahasia besar buat kesehatan jangka panjang kita. Belakangan ini, para ilmuwan menemukan fakta seru kalau keju bukan cuma sekadar makanan enak buat menemani waktu santai, tapi juga punya peran penting dalam menjaga performa otak agar tetap tajam seiring bertambahnya usia.

Kabar ini tentu jadi angin segar buat kamu yang suka banget ngemil keju, karena sekarang ada alasan medis yang kuat buat terus menikmati olahan susu ini tanpa rasa bersalah yang berlebihan. Ternyata, nutrisi yang terkandung di dalam setiap potongannya bisa jadi investasi berharga buat masa depan otak kita, terutama dalam mencegah penyakit penurunan daya ingat yang sering ditakuti banyak orang.

Gen, berdasarkan informasi yang dilansir dari People, ada studi menarik yang baru saja diterbitkan dalam jurnal Neurology. Penelitian ini melibatkan data dari lebih 27.000 peserta untuk melihat hubungan antara pola makan dan kesehatan mental. Hasilnya cukup mengejutkan, mereka menemukan kalau orang yang rutin mengonsumsi keju dengan kandungan lemak tinggi punya risiko terkena demensia 13 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang nggak mengonsumsinya.

Nggak cuma keju, krim yang tinggi lemak juga disebut bisa menurunkan risiko serupa hingga 16 persen. Hal ini dikarenakan keju kaya akan protein, kalsium, dan vitamin B12 yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja kognitif sekaligus menjaga kesehatan saraf otak kita agar tetap prima.

Namun, ada catatan penting nih. Penurunan risiko demensia ini cuma ditemukan pada produk susu yang lemaknya tinggi, bukan yang rendah lemak (low fat). Dalam penelitian tersebut, kategori tinggi lemak buat keju adalah yang punya kandungan lemak minimal 20 persen. Beberapa jenis keju yang masuk dalam daftar "hero" ini antara lain keju lunak seperti camembert dan brie, keju keras kayak cheddar yang sering kita temui, sampai keju semi-lunak seperti gouda dan gruyere. Bahkan, keju biru atau blue cheese kayak stilton juga punya manfaat yang sama buat kesehatan otak.

Selain bagus buat pikiran, para peneliti juga melihat kalau mereka yang hobi makan keju tinggi lemak cenderung punya risiko lebih kecil terkena diabetes, darah tinggi (hipertensi), hingga masalah jantung dan stroke. Tapi ingat ya, mentang-mentang sehat, bukan berarti kamu bisa makan keju satu blok sekaligus tiap hari. Lemak tetaplah lemak yang kalau berlebihan bisa memicu kolesterol tinggi. Peneliti bernama Sonestedt tetap mengingatkan kalau keju hanyalah salah satu faktor pendukung.

Kunci utama buat menjaga otak tetap sehat tetaplah gaya hidup yang seimbang secara total. Kamu tetap harus rajin olahraga, menjauh dari rokok, serta mengontrol kadar gula darah dan berat badan. Jadikan keju sebagai bagian dari menu makanan sehat harianmu secara bijak supaya fungsinya sebagai pelindung saraf otak bisa maksimal. Jadi, nggak perlu ragu lagi buat nambahin keju cheddar di atas roti kamu besok pagi.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE