Demo Trump di Depan Gedung Putih Memanas! Massa Teriak Desak Presiden Dicopot

Demo Trump di Depan Gedung Putih Memanas! Massa Teriak Desak Presiden Dicopot
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang aksi protes terhadap Donald Trump kembali pecah dan kali ini berlangsung tepat di depan Gedung Putih, Gen. Ribuan demonstran memadati area luar bangunan paling ikonik di Washington tersebut pada Senin, membawa tuntutan yang sama: Trump harus segera dicopot dari jabatannya. Suasana di lokasi benar-benar ramai sejak siang hari, dengan massa yang datang dari berbagai penjuru untuk menunjukkan sikap mereka terhadap kepemimpinan Trump. Momen ini langsung menarik perhatian media internasional karena skala aksi yang cukup besar dan lokasi yang sangat simbolik.

Dalam aksi tersebut, para demonstran mengangkat beragam spanduk seperti "Trump harus pergi sekarang!" dan "Makzulkan, Hukum, Copot". Tak hanya itu, massa juga meneriakkan yel-yel lantang seperti "Bahaya, bahaya, ada seorang fasis di Gedung Putih" serta "Rezim Trump harus pergi." Paduan tulisan dan teriakan itu membuat suasana makin panas, meskipun aksi berlangsung damai.

Massa aksi turut membentuk barisan sambil bergandengan tangan. Mereka juga membentangkan pita kuning bertuliskan "Tempat Kejadian Perkara Jangan Lewat", membentang panjang di sepanjang area protes sebagai simbol protes keras terhadap pemerintah. Aksi kreatif itu menjadi salah satu visual paling banyak dibagikan di media sosial.

Unjuk rasa besar ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Bulan lalu, jutaan warga Amerika turun ke jalan dalam aksi berskala nasional bertajuk "No Kings". Gerakan itu berlangsung di berbagai kota besar di AS sebagai bentuk penolakan terhadap cara memimpin Trump yang dianggap terlalu otoriter. Seruan serupa kembali menggema dalam aksi di Washington kali ini.

Para peserta demo menilai kebijakan Trump selama masa jabatannya mengancam masa depan demokrasi, mengekang kebebasan berpendapat, serta berpotensi merusak lingkungan. Kekhawatiran ini mendorong semakin banyak kelompok masyarakat untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka di ruang publik.

Bukan hanya Washington yang kedatangan massa protes. Pada 18 Oktober lalu, ribuan orang juga memenuhi pusat kota Manhattan, New York. Mereka menutup jalan utama dan melakukan aksi serupa, menandakan bahwa gelombang penolakan terhadap Trump masih terus membesar.

Aksi terbaru di depan Gedung Putih ini makin menguatkan isu pemakzulan yang kembali ramai diperbincangkan. Dengan tekanan publik yang semakin besar, langkah politik selanjutnya di Washington diprediksi akan berjalan panas. Gen, sepertinya drama perpolitikan AS belum akan mereda dalam waktu dekat.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE