Menjelang El Clasico, Berikut Adalah Deretan Pemain Legendaris yang Pernah Bela Real Madrid dan Barcelona

Menjelang El Clasico, Berikut Adalah Deretan Pemain Legendaris yang Pernah Bela Real Madrid dan Barcelona
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Duel bertajuk El Clasico kembali hadir akhir pekan ini. Real Madrid akan menjamu Barcelona di Santiago Bernabéu pada pekan ke-10 La Liga 2025/2026, Minggu (26/10/2025).

Pertemuan dua raksasa Spanyol ini selalu menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena persaingan di atas lapangan, tapi juga karena kisah panjang dan gengsi di balik rivalitasnya.

Menjelang laga panas ini, menarik untuk melihat kembali para pemain yang pernah mengenakan dua seragam paling prestisius di sepak bola dunia, Real Madrid dan Barcelona.

Meski jarang terjadi, beberapa nama besar berhasil menorehkan sejarah di kedua klub, bahkan meninggalkan cerita yang masih dibicarakan hingga kini.

Luis Figo

Sulit membicarakan El Clasico tanpa menyebut nama Luis Figo. Pemain asal Portugal ini bergabung dengan Barcelona pada 1995 dan menjadi bintang utama di lini tengah Blaugrana. Dalam lima musim, ia membantu klub meraih dua gelar La Liga dan sejumlah trofi domestik.

Namun, tahun 2000 menjadi babak baru penuh kontroversi. Figo membuat keputusan mengejutkan dengan pindah ke Real Madrid lewat rekor transfer dunia saat itu. Kepindahan ini membuat fans Barcelona murka, bahkan sempat melemparkan kepala babi ke lapangan saat Figo kembali ke Camp Nou.

Selama lima musim di Bernabéu, Figo menjadi bagian dari era awal Los Galácticos, memenangkan dua gelar La Liga, satu Liga Champions, dan satu Piala Interkontinental. Ia juga sempat mencetak gol El Clasico untuk kedua klub, membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di eranya.

Ronaldo Nazário

Berbeda dengan Figo, Ronaldo Nazário adalah satu dari sedikit pemain yang tetap dicintai oleh fans kedua klub. Striker asal Brasil ini tampil sensasional saat membela Barcelona pada musim 1996/1997 dengan mencetak 47 gol dari 49 laga. Gol solo run-nya ke gawang Compostela masih dianggap salah satu yang terbaik sepanjang sejarah La Liga.

Setelah sempat merantau ke Inter Milan, Ronaldo kembali ke Spanyol pada 2002 untuk memperkuat Real Madrid. Bersama Zidane, Beckham, dan Figo, ia menjadi bagian penting dari generasi Galácticos, meraih gelar La Liga 2002/2003, dan mencetak empat gol di El Clasico.

Ronaldo menjadi simbol profesionalisme sejati, pemain yang disegani dua kubu karena karisma dan kualitasnya yang tak terbantahkan.

Samuel Eto'o

Kisah Samuel Eto'o adalah bukti bahwa kegigihan bisa mengubah nasib. Ia memulai kariernya di akademi Real Madrid, tetapi gagal mendapat tempat di tim utama dan akhirnya dilepas. Setelah tampil cemerlang di Mallorca, Barcelona merekrutnya pada 2004, dan di sanalah ia menjelma menjadi mesin gol mematikan.

Selama lima musim di Camp Nou, Eto'o mencetak lebih dari 100 gol, mempersembahkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Dalam beberapa edisi El Clasico, ia selalu menjadi ancaman besar bagi Madrid, termasuk mencetak gol penting yang memastikan gelar liga musim 2004/2005.

Dari pemain yang sempat diabaikan Madrid, Eto'o berubah menjadi simbol kejayaan Barcelona, bukti nyata bahwa balas dendam terbaik adalah kemenangan.

Luis Enrique

Nama Luis Enrique menjadi contoh langka pemain yang tetap dihormati oleh fans Madrid dan Barcelona. Ia bermain untuk Real Madrid selama lima musim (1991-1996) dan meraih satu gelar La Liga. Namun, pada 1996, Enrique membuat keputusan mengejutkan dengan bergabung ke Barcelona secara gratis.

Selama delapan tahun di Camp Nou, Enrique tampil konsisten dan mempersembahkan tujuh trofi, termasuk dua gelar La Liga dan dua Copa del Rey. Ia dikenal karena semangat juangnya, kemampuan bermain di berbagai posisi, dan loyalitas kepada tim.

Dari 31 penampilan di El Clasico, Enrique mencetak enam gol, satu untuk Madrid dan lima untuk Barcelona. Setelah pensiun, ia melatih Blaugrana dan membawa mereka meraih treble winners musim 2014/2015.

Michael Laudrup

Pemain asal Denmark ini dikenal karena kecerdasan dan teknik elegannya. Michael Laudrup bergabung dengan Barcelona pada 1990 dan menjadi bagian penting dari "Dream Team" asuhan Johan Cruyff yang mendominasi awal 90-an.

Bersama Blaugrana, ia memenangkan empat gelar La Liga dan satu Piala Champions Eropa. Namun, pada 1994, ia membuat langkah mengejutkan dengan pindah ke Real Madrid - dan langsung membawa Los Blancos meraih gelar La Liga di musim debutnya.

Laudrup menjadi satu-satunya pemain yang tampil dalam dua kemenangan "manita" legendaris: Barcelona 5-0 Madrid (1994) dan Madrid 5-0 Barcelona (1995). Meski menyeberang ke rival abadi, ia tetap dihormati karena sikap profesional dan keindahan permainannya di lapangan.

Setiap edisi El Clasico selalu menghadirkan drama, emosi, dan kisah legendaris, dari Figo yang dikhianati, Ronaldo yang dicintai, hingga Enrique yang sukses di dua sisi. Kini, jelang duel panas di Bernabéu akhir pekan ini, Real Madrid dan Barcelona kembali membawa gengsi lama ke era baru.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE