Mengenal Otrovert, Tipe Kepribadian Baru yang Sering Merasa Asing dalam Kelompok Meski Sebenarnya Populer

Otrovert: Gabungan Unik Antara Introvert dan Ekstrovert yang Mampu Berinteraksi Tanpa Ikatan Kolektif

Mengenal Otrovert, Tipe Kepribadian Baru yang Sering Merasa Asing dalam Kelompok Meski Sebenarnya Populer
Ilustrasi kepribadian otrovert. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Psikiater asal Amerika Serikat, Rami Kaminski, baru saja mengungkap sebuah temuan menarik yang bisa mengubah cara kita memahami diri sendiri dan orang lain. Selain introvert dan ekstrovert, kini muncul kepribadian baru yang disebut otrovert.

Otrovert ini mendeskripsikan seseorang yang mampu berinteraksi dengan baik dalam kelompok sosial, namun tidak memiliki koneksi emosional yang mendalam dengan grup tersebut. Penasaran apa bedanya dengan ambivert? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

Siapa Sih Otrovert Itu?

Selama ini, kita cuma kenal introvert (suka menyendiri) dan ekstrovert (suka bergaul). Kalau gabungan keduanya, kita sebut ambivert. Nah, otrovert ini beda lagi. Secara gampangnya, otrovert adalah gabungan dari ekstrovert dan introvert, tapi punya karakteristik yang lebih spesifik.

Seorang otrovert sangat mudah berinteraksi dan bergaul di tengah kelompok besar. Mereka ramah dan bahkan bisa menjalin hubungan yang mendalam dengan individu di dalamnya.

Namun, ada satu hal yang membedakan, mereka tidak punya koneksi atau ikatan yang kuat dengan kelompok tersebut secara keseluruhan. Mereka merasa sulit untuk menjadi bagian dari tradisi atau identitas kolektif suatu grup.

Menurut Kaminski, orang-orang otrovert sering merasa seperti "orang luar" dalam kelompok mana pun. Anehnya, mereka sebenarnya cukup populer dan diterima. Permasalahannya bukan pada individu di dalam grup, melainkan pada hubungan mereka dengan kelompok itu sendiri sebagai sebuah entitas.

Tanda-tanda Kamu Seorang Otrovert

Salah satu ciri utama otrovert adalah mereka tidak terlalu peduli untuk membuat orang lain terkesan. Mereka juga tidak takut ditolak. Ini karena otrovert merasa tidak akan kehilangan apa pun jika tidak menjadi bagian dari suatu kelompok. Mereka santai saja karena hubungan yang mereka bangun lebih bersifat personal dan individual.

Contoh gampangnya, seorang otrovert mungkin punya banyak teman di kantor, sering diajak nongkrong, dan obrolan mereka selalu seru. Tapi, saat teman-teman kantornya kumpul di acara khusus yang penuh tradisi atau ritual, mereka merasa tidak punya ikatan emosional yang sama.

Mereka tetap hadir dan berinteraksi, tapi hati dan pikiran mereka enggak sepenuhnya "masuk" ke dalam kelompok itu.

Beberapa tokoh terkenal yang disebut-sebut punya kepribadian ini termasuk Albert Einstein, Virginia Woolf, dan Franz Kafka. Jadi, kalau kamu merasakan hal yang sama, jangan khawatir. Kamu enggak aneh kok Gen, tapi mungkin kamu hanya seorang otrovert!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE