Sekolah Daring Mendadak Batal! Mendikdasmen Ungkap Alasan Mengejutkan di Baliknya

Sempat jadi wacana besar, keputusan belajar online tiba-tiba dibatalkan, ternyata ini pertimbangan utamanya!

Sekolah Daring Mendadak Batal! Mendikdasmen Ungkap Alasan Mengejutkan di Baliknya
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. - (Dok. Kemendikdasmen).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa. Keputusan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi lintas kementerian.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat tersebut serta pernyataan resmi dari Menko PMK pada 23 Maret, sistem pembelajaran tidak mengalami perubahan dan tetap dilaksanakan langsung di sekolah. Hal ini disampaikan Mu'ti pada Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut, Mu'ti mengungkapkan bahwa pembatalan rencana pembelajaran daring didasari oleh pertimbangan akademik serta pentingnya memperkuat pendidikan karakter siswa. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menerbitkan Surat Edaran Menteri Dikdasmen yang akan mengatur lebih rinci terkait kebijakan pembelajaran ini.

Surat edaran tersebut nantinya akan memuat berbagai ketentuan mengenai proses belajar di tengah situasi global saat ini, sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi learning loss jika sistem daring kembali diterapkan seperti saat pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga menegaskan bahwa pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka. Keputusan ini merupakan hasil koordinasi bersama antara pihaknya, Mendikdasmen, dan Menteri Agama.

Pratikno mengakui bahwa sempat muncul pembahasan terkait kemungkinan penerapan sistem hybrid, yakni kombinasi daring dan tatap muka. Namun setelah dipertimbangkan secara menyeluruh, metode tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Fokus tersebut mencakup berbagai program seperti revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda yang berada di bawah berbagai kementerian terkait.

Di sisi lain, Pratikno juga mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Upaya ini dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti pengurangan perjalanan dinas yang tidak esensial, pemanfaatan rapat daring, serta penerapan sistem kerja fleksibel (flexible working arrangement).

Menurutnya, pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan pembangunan yang merata tetap harus berjalan optimal dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE