Mohamed Salah Pamit dari Liverpool Setelah 9 Tahun, Ini Statistik dan Rekor Sang "Raja Mesir"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kebersamaan Mohamed Salah dengan Liverpool FC akan segera berakhir seiring tuntasnya musim ini. Kepergian sang penyerang menandai berakhirnya salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah klub asal Merseyside tersebut.
Didatangkan pada 2017, Salah langsung menjelma menjadi figur kunci dalam lini serang Liverpool. Konsistensinya sebagai pencetak gol sekaligus kreator serangan membuatnya tak tergantikan selama hampir satu dekade.
Di kompetisi Premier League, kontribusi Salah terbilang luar biasa. Dari ratusan penampilan, ia mencatat hampir dua ratus gol serta puluhan assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah liga. Musim debut 2017/18 menjadi momen paling ikonik, ketika ia mencetak 32 gol dan memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim dengan format 38 pertandingan.
Tak hanya itu, pada musim yang sama ia juga mengoleksi total 44 gol di semua kompetisi-rekor tersendiri bagi pemain Liverpool di musim perdananya. Performa impresif itu menjadi fondasi kesuksesan The Reds di tahun-tahun berikutnya.
Memasuki musim 2024/25, ketajaman Salah belum juga memudar. Ia kembali tampil dominan dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan, menunjukkan bahwa dirinya tetap menjadi tulang punggung tim meski usia terus bertambah.
Di panggung Eropa, terutama UEFA Champions League, Salah juga meninggalkan jejak yang tak kalah besar. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Liverpool di kompetisi Eropa dengan torehan lebih dari 50 gol. Salah satu musim terbaiknya terjadi pada 2017/18 saat ia mencetak 10 gol dan membawa Liverpool melaju hingga partai final.
Sejumlah rekor individu turut melengkapi perjalanan kariernya di Anfield. Mulai dari rekor gol terbanyak di kompetisi Eropa untuk klub, hingga catatan sebagai pemain yang paling sering mencetak gol dalam satu musim. Ia juga berbagi rekor gol terbanyak Liverpool dalam satu musim Liga Champions bersama Roberto Firmino.
Kontribusi besar Salah tidak hanya terlihat dari statistik individu, tetapi juga dari deretan trofi yang berhasil diraih Liverpool. Di level domestik, klub sukses menjuarai liga, piala domestik, hingga Community Shield. Sementara di level internasional, mereka mengangkat trofi Liga Champions, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub.
Selain itu, Salah juga mengoleksi berbagai penghargaan individu bergengsi, termasuk gelar pemain terbaik versi pemain dan jurnalis, top skor liga, hingga penghargaan sebagai playmaker terbaik. Semua itu menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling komplet di generasinya.
Kepergian Salah tentu meninggalkan lubang besar bagi Liverpool. Lebih dari sekadar pencetak gol, ia adalah simbol konsistensi, profesionalisme, dan era kejayaan klub di sepak bola modern. Menggantikan sosok "Raja Mesir" bukan hanya soal mencari pemain baru, tetapi juga tentang mengisi peran yang telah menjadi bagian penting dari identitas tim selama bertahun-tahun.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!