Penyebab Lula Lahfah Meninggal Terungkap! Dokter Bantah Isu Overdosis dan Jelaskan Kondisi Medis Aslinya

Penyebab Lula Lahfah Meninggal Terungkap! Dokter Bantah Isu Overdosis dan Jelaskan Kondisi Medis Aslinya
- (Dok. Ig/lulalahfah).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka yang menyelimuti dunia hiburan tanah air terkait meninggalnya selebgram populer Lula Lahfah akhirnya menemukan titik terang secara medis, Gen. Sejak berita kepergiannya mencuat pada Jumat malam lalu, jagat media sosial bener-bener geger dengan berbagai spekulasi liar yang belum tentu kebenarannya. Banyak netizen yang mulai berasumsi macam-macam, bahkan sampai muncul pencarian yang cukup sensitif terkait kondisi fisik almarhumah saat ditemukan.

Simpang siur informasi ini akhirnya dijawab secara resmi oleh tim medis untuk meluruskan berita yang sudah terlanjur melebar ke mana-mana. Kekasih dari musisi Reza Arap ini memang ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa di apartemennya, dan karena usianya yang masih sangat muda, yaitu 26 tahun, banyak orang merasa ada yang janggal. Namun, pihak rumah sakit dan kepolisian bergerak cepat melakukan pemeriksaan laboratorium yang mendalam untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh artis cantik ini.

Penjelasan medis ini bener-bener penting banget buat kita semua, terutama buat Gen yang punya aktivitas padat, supaya lebih peduli sama sinyal-sinyal yang dikasih sama tubuh kita sebelum semuanya terlambat. Keluarga besar almarhumah pun berharap agar informasi resmi ini bisa menghentikan segala fitnah serta asumsi negatif yang selama ini beredar di platform media sosial, sehingga Lula bisa beristirahat dengan tenang di peristirahatan terakhirnya.

Teka-teki mengenai penyebab kematian Lula Lahfah akhirnya terjawab lewat pernyataan dr. Haryanto, Sp.JP, yang merupakan dokter spesialis jantung yang menanganinya. Beliau menegaskan bahwa hasil tes laboratorium sama sekali tidak menunjukkan adanya kandungan obat-obatan terlarang dalam tubuh Lula. Jadi, isu soal overdosis itu murni hoax ya, Gen.

"Kami perlu tegaskan berdasarkan data klinis dan hasil laboratorium, tidak ditemukan indikasi intoksikasi obat atau zat terlarang. Penyebab utamanya adalah gangguan irama jantung fatal yang dipicu oleh kondisi fisik yang sangat drop," ujar dr. Haryanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu kemarin.

Dokter menjelaskan bahwa kondisi Lula saat tiba di IGD sudah sangat kritis dengan fungsi vital yang amat lemah. Rupanya, ia mengalami kelelahan fisik yang sudah mencapai tahap kronis. Hal inilah yang memicu terjadinya sudden cardiac arrest atau henti jantung secara mendadak.

Kalau kita lihat kronologinya, Lula ditemukan meninggal dunia di apartemennya kawasan Dharmawangsa sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi tubuh yang sudah kaku. Polisi yang melakukan olah TKP di lokasi juga menyatakan tidak menemukan bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh almarhumah. Namun, petugas emang nemuin beberapa jenis obat-obatan serta surat keterangan rawat jalan dari RS Pondok Indah. Hal ini sejalan dengan pengakuan Lula sebelumnya kalau dia emang lagi berjuang sembuh dari penyakit pernapasan, pembengkakan usus, batu ginjal, sampai GERD.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Endy Mahandika, juga memberikan keterangannya terkait temuan di lokasi. Beliau menyebutkan bahwa catatan pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ada riwayat kesehatan yang memang sedang dijalani oleh Lula. Jenazah Lula kemudian sempat dibawa ke RS Fatmawati untuk menjalani visum demi memperjelas kondisi kematiannya sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.

Kepergian Lula Lahfah jadi pengingat keras buat kita semua kalau kesehatan itu nomor satu. Jangan sampai ambisi dan kesibukan bikin kita abai sama kondisi fisik yang sudah sangat lelah.

Kira-kira menurut Gen, gimana cara yang paling efektif buat bagi waktu antara kerjaan yang numpuk sama waktu istirahat biar badan nggak sampai kelelahan kronis kayak gitu?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE